Menteri Keuangan Prediksi Pendapatan Negara RI Akan Tumbuh Tahun Ini
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
- visibility 82
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menyampaikan optimisme terhadap prospek pendapatan negara hingga akhir 2025. Hal itu disampaikan pada saat, Badan Anggaran DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas Ri, dan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (02/07).
Ia memperkirakan pendapatan nasional akan mengalami pertumbuhan dibandingkan capaian tahun lalu yang tercatat sebesar Rp2.842,5 triliun.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa proyeksi ini didukung oleh membaiknya prospek ekonomi nasional, serta upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kementerian/lembaga (K/L).
“Pelaksanaan APBN 2025 memang luar biasa menantang, tapi kami berusaha untuk menstabilkan dan menjaga agar APBN tetap sehat meskipun ada kondisi yang tidak bisa kita kontrol, yaitu situasi global yang masih sangat dinamis dan menimbulkan ketidakpastian,” ujar Sri Mulyani.
Hingga pertengahan tahun 2025, realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.210,1 triliun atau sekitar 40 persen dari target APBN sebesar Rp3.005,1 triliun. Rinciannya, penerimaan perpajakan mencapai Rp985,3 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp224,2 triliun, dan hibah sebesar Rp0,6 triliun.
Sementara itu, untuk target pendapatan negara secara keseluruhan di tahun 2025 dipatok sebesar Rp3.005,1 triliun, sementara belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.621,3 triliun.
Penerimaan pajak menjadi salah satu komponen utama pendapatan negara, yang hingga semester I 2025 tercatat sebesar Rp831,27 triliun (neto). Pemerintah memperkirakan, hingga akhir tahun, penerimaan pajak dapat mencapai 94,9 persen dari target APBN atau tumbuh 7,5 persen secara tahunan.
Sri Mulyani menambahkan bahwa proyeksi positif ini didukung oleh perbaikan ekonomi nasional di semester kedua, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, daya beli masyarakat yang tetap kuat, serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur dan keuangan.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis target pendapatan nasional dapat tercapai dan bahkan tumbuh di tengah tantangan kondisi global yang masih dinamis.
- Penulis: mediagramindo


