Kebakaran Rumah Hakim di Medan Diduga Terkait Kasus
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
- visibility 95
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Sebuah insiden kebakaran menimpa kediaman Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, yang hingga saat ini masih menjadi perhatian publik. Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan penanganan kasus hukum yang sedang ditangani oleh hakim tersebut.
Khamozaro Waruwu menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari tugasnya meskipun rumahnya mengalami kebakaran.
“Sama pimpinan di kantor saya bilang, saya tak pernah mundur dalam menjalani tugas dengan segala tantangan,” ujar Khamozaro di Komplek Taman Harapan Indah, Tanjung Sari, Medan, Selasa (3/11).
Dalam peristiwa tersebut, hakim tersebut sedang memimpin sidang dan tidak merespons telepon dari tetangganya yang mencoba mengabarkan kebakaran.
Baru setelah sidang selesai, ia mendapatkan pesan WhatsApp yang menyebutkan bahwa rumahnya terbakar. Khamozaro mengaku sangat syok dan langsung pergi ke rumah bersama petugas keamanan setempat.

“Saya masih di kantor, lalu dihubungi tetangga dan mereka nelpon. Karena sedang sidang, saya tidak angkat telepon. Setelah sidang selesai, saya langsung menuju rumah dan melihat pintu sudah dijebol untuk memadamkan api,” katanya.
Peristiwa ini terjadi di saat Khamozaro tengah menangani perkara dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Topan Ginting, serta Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Akhirun Piliang alias Kirun, dan anaknya, Rayhan Dulasmi dari PT Rona Mora.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya upaya intimidasi terhadap penegak hukum yang sedang menangani kasus-kasus sensitif di wilayah tersebut.
Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik kebakaran ini, sementara penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
- Penulis: mediagramindo


