Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kejam, Beras Premium Perusahaan Ternama Terseret Beras Oplosan

Kejam, Beras Premium Perusahaan Ternama Terseret Beras Oplosan

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pengungkapan tindak pidana  perlindungan konsumen terkait beras yang tidak sesuai standar mutu pada klem kemasan dibongkar Polri usai Presiden Prabowo marah dan memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung.

Saat konferensi pers, Bareskrim Polri meningkatkan status penyelidikan kasus ketidaksesuaian mutu standar beras, alias beras oplosan, menjadi ke penyidikan.

Sebanyak 201 ton beras kemasan 5 kg baik premium maupun medium disita sebagai barang bukti. Sayangnya Polisi belum menetapkan tersangka baik korporasi maupun per orangan. Alasannya, masih memerlukan alat bukti yang mencukupi.

“Barang bukti yang kita sita beras total 201 ton, dengan rincian kemasan 5 kg berbagai merek beras premium sebanyak 39.036 pieces, (beras) kemasan 2,5 kg berbagai merek beras premium sebanyak 2.304 pieces,” ucap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, Kamis (24/07).

Pihaknya juga turut menyita berbagai dokumen legalitas dan sertifikat penunjang, serta hasil uji laboratorium beberapa merek beras.

“Hasil penyelidikan telah ditemukan dugaan peristiwa pidana sehingga dari hasil gelar perkara kita, status penyelidikan kita tingkatkan menjadi penyidikan,” kata Helfi dalam konferensi persnya.

“Telah ditemukan dugaan peristiwa pidana. Untuk itu, status penyelidikan kita tingkatkan ke penyidikan,” pungkasnya di Gedung Bareskrim Polri secara live streaming.

Polri, kata dia, mengemas penyidikan ini dengan sangkaan pasal perlindungan konsumen dan tindak pidana pencucian uang.

Hingga saat ini, Polri mengklaim telah menemukan 3 produsen dan 5 merek beras yang ditemukan menjual produk tidak sesuai mutu di kemasan.

Nama-nama ini berpotensi bertambah karena proses penelitian di laboratorium terkait beras oplosan masih dilakukan

“PT PIM dengan merek Sania, PT FS dengan merek Ramos Merah, Ramos Biru, dan Ramos Pulen, serta toko SY dengan merek Jelita dan Anak Kembar,” ujar Helfi.

“Ancaman hukuman yaitu pidana penjara 5 tahun dan denda Rp2 miliar. Pidana TPPU 20 tahun dan denda Rp20 miliar,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan permainan curang ini dilakukan oleh ratusan perusahaan. Ia pun menuntut agar para pelaku kecurangan ini bisa segera mengembalikan uang negara.

“Sudah 212 perusahaan penggiling padi yang kita buktikan melanggar. Ini mereka sendiri sudah mengakui karena dibawa ke laboratorium diperiksa. Ya, ini mereka harus kembalikan uang yang mereka nikmati dengan tidak benar,” ucapnya.

Praktik semacam disebutnya sebagai kejahatan ekonomi yang merampas hak rakyat dan bertentangan dengan konstitusi. Pelakunya harus dipidanakan karena sudah berbuat kurang ajar.

“Ini adalah pidana. Ini nggak bener, ini pidana yang saya katakan kurang ajar itu, serakah. Dorongannya adalah saya dapat laporan, satu tahun dengan permainan ini ya beras biasa diganti bungkusnya, dibilang premium, dijual, ini hilang kekayaan kita, hilang Rp100 triliun tiap tahun. Rp100 triliun!” jelasnya.

“Saya tidak bisa membiarkan hal ini. Saya sudah beri tugas kepada Kapolri dan Jaksa Agung,” tuturnya Dalam pidatonya pada acara Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-27 di JCC Senanyan, Jakarta, Rabu (24/7/2025),

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beras yang tidak sesuai standar mutu pada klem kemasan adalah :

WG mengacu pada Wilmar Group

FSTJ adalah Food Station Tjipinang Jaya

BPR adalah Belitang Panen Raya

SUL/JG merupakan Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Adapun produk beras Wilmar Group yang diperiksa meliputi :

Sania, Sovia dan Fortune. Sampel beras dikumpulkan dari berbagai wilayah, seperti Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jabodetabek.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) diperiksa atas produk beras merek :

Alfamidi Setra Pulen

Beras Premium Setra Ramos

Beras Pulen Wangi

Food Station

Ramos Premium

Setra Pulen

Setra Ramos

Dimana sampelnya diambil dari Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

PT Belitang Panen Raya (BPR) diperiksa terkait produk beras :

Raja Platinum dan Raja Ultima, dengan sampel diambil dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek. Sementara PT Sentosa Utama Lestari (SUL)/Japfa Group diperiksa terkait produk Ayana setelah pengambilan tiga sampel dari Yogyakarta dan Jabodetabek.

Temuan tersebut hasil pemeriksaan lapangan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan, Badan Pangan Nasional, Kepolisian, dan Kejaksaan.

Dari hasil pemeriksaan melibatkan 268 sampel beras dari 212 merek di 10 provinsi, sebanyak 85,56% beras premium tidak sesuai standar mutu, 59,78% dijual di atas HET, dan 21,66% tidak sesuai berat kemasan. Untuk beras medium, 88,24% tidak memenuhi mutu, 95,12% melebihi HET, dan 9,38% memiliki berat kurang dari klaim kemasan.

“Dari hasil penyidikan kita, untuk sementara pasal yang kita persangkakan terhadap perkara tersebut yaitu Tindak Pidana Perlindungan Konsumen dan atau Pencucian Uang (TPPU) dengan cara mengedarkan beras tidak sesuai mutu pada label kemasan,” ungkap Brigjen Helfi Assegaf.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutan Rantau Ikuti Sosialisasi Operasional INKOPASINDO Secara Virtual

    Rutan Rantau Ikuti Sosialisasi Operasional INKOPASINDO Secara Virtual

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Rantau – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau mengikuti kegiatan Sosialisasi Operasional Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (INKOPASINDO) yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat (2/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Rantau, Ketua Koperasi Pengayoman Rutan Rantau, serta Komandan Jaga. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memahami peran strategis INKOPASINDO dalam penguatan […]

  • Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Banjir di Wilayah Sweta, Mataram

    Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Banjir di Wilayah Sweta, Mataram

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Mataram – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sweta, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu siang (6/7/2025), menyebabkan banjir yang merendam sejumlah permukiman warga. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA dan berlangsung selama beberapa jam, disertai kilat dan angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB melaporkan bahwa setidaknya sembilan titik lokasi terdampak […]

  • Kasus Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol, 4 Tersangka

    Kasus Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol, 4 Tersangka

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    JAKARTA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penistaan agama yang terjadi di stan minuman beralkohol pada festival musik The Sounds Project di Eco Park Ancol, Jakarta Utara. Dua di antaranya telah ditangkap dan ditahan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin […]

  • Dor, Maling Motor di Tiara Convention Center di Tembak

    Dor, Maling Motor di Tiara Convention Center di Tembak

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Reskrim Polsek Medan Baru menembak kaki seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) bernama Jairat (32). Warga Jalan Kemenangan Sari III Kel.Tj Sari Kec.Medan Selayang itu ditembak lantaran berusaha melarikan diri pada saat dilakukan pengembangan mencari barang bukti hasil curian. Kapolsek Medan Baru Kompol Hendrik Fernandes Aritonang mengatakan penangkapan pelaku berawal dari […]

  • Sekolah Dasar Negeri (SDN) 054880 Bahorok Butuh Perbaikan

    Sekolah Dasar Negeri (SDN) 054880 Bahorok Butuh Perbaikan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Langkat – Setelah resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Ilham Bangun segera mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lapangan. Ia mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 054880 Garunggang yang berada di Kecamatan Bahorok, yang tengah menjadi perhatian publik karena kondisi bangunannya rusak parah dan viral di media sosial. Kunjungan mendadak tersebut dilakukan Ilham […]

  • Kompol Dedi Kurniawan Kembali Berulah, Kini Dilapor ke Propam

    Kompol Dedi Kurniawan Kembali Berulah, Kini Dilapor ke Propam

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 280
    • 0Komentar

    MEDAN – Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumut, Kompol Dedi Kurniawan kembali berulah dan kini dilaporkan ke Bidang Propam. Sebelumnya, Kompol Dedi Kurniawan semasa berpangkat AKP dan menjabat sebagai Wakapolsek Medan Helvetia dicopot dari jabatannya karena terbukti melakukan pemerasan terhadap seorang pemuda bernama Jefri Suprayudi. Diduga memiliki backingan atau dukungan yang kuat, peristiwa pemerasan […]

expand_less