Waspadai Musim Batuk dan Demam Pada Keluarga
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- visibility 305
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Dalam sebulan terakhir, masyarakat Indonesia merasakan dampak dari perubahan cuaca yang tidak menentu, yang turut memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kasus ISPA meningkat secara signifikan, termasuk di antaranya radang tenggorokan, influenza, bahkan COVID-19.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan menurunnya kualitas udara.
“Kasus flu atau influenza, termasuk COVID-19, sedang menjadi tren di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah perubahan cuaca dan kualitas udara,” ujarnya Jumat (17/10).
Tak hanya dari pihak Kemenkes, dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi, Erlina Burhan, juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai lonjakan kasus ISPA.
Ia menyebutkan bahwa dalam satu bulan terakhir, jumlah kasus di wilayah DKI Jakarta mencapai 1.900 kasus, angka yang cukup mengkhawatirkan.
Erlina menyarankan masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memakai masker saat berada di luar ruangan, serta memperkuat daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Kenaikan angka kasus ISPA ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan pun mengingatkan untuk tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan agar angka kasus tidak terus meningkat.
Apa langkah yang harus diambil masyarakat agar tetap sehat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu? Pemerintah mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan, menghindari kerumunan, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA.
- Penulis: mediagramindo


