Kelompok Binaan Yagasu Berhasil Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 23 Des 2024
- visibility 113
- print Cetak

Mangrove Syirup Yagasu sangat dinikmati oleh Ibu Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Ir Yuliani Siregar,MAP dan Dr. Mohamed Abdelwareth (Global Mangrove Trust) dari Mesir di acara Mangrove Fast. (21/12).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kadis DLHK Sumut, Ir Yuliani Siregar,MAP, Managing Director, Dr. Meilinda Suriani Harefa, Global Mangrove Trust, Dr. Mohamed Abdelwareth beserta tamu undangan di acara Mangrove Fast.
“Dari pesisir pantai Sumatera Utara kita sudah menyiapkan diri menjadikan Mangrove sebagai ketahanan pangan ini sesuai dengan pesan Bapak Prabowo dari kelompok masyarakat binaan Yagasu yang berhasil membina masyarakat pesisir, untuk label halal kita nanti akan berkolaborasi dengan pihak terkait untuk produk yang dihasilkan,” jelas Ibu Ir Yuliani Siregar,MAP.
Sejalan dengan Ibu Kadis DLHK Sumut, Director Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Dr Meilinda Suriani Harefa, M.Si menilai, hutan Mangrove yang ada di pesisir Sumatera bisa meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat lokal. Dengan diberikan edukasi untuk tidak merusak ekosistem Mangrove yang ada di daerahnya.
“Kami dari Yagasu akan berusaha untuk berkolaborasi dengan pihak terkait terutama mengedukasi masyarakat pesisir agar saling menjaga kelestarian hutan Mangrove, jangan lagi ditebang hanya untuk kayu bakar, tapi kita ganti ke arah positif dengan cara memanfaatkan limbah mangrove menjadi, sabun cuci cair, kosmetik, bisa juga minuman dari buah mangrove serta pewarna dari daun, buah dan kayu mati,” kata Meilinda Suriani Harefa, M.Si. di acara Mangrove Fast.
Untuk diketahui saat ini Yagasu terus memperluas program restorasi dan perlindungan ekosistem pesisir dari Sumatera hingga ke Pulau Jawa yang berawal dari tahun 2005 pemulihan pasca tsunami di Aceh.
- Penulis: mediagramindo


