Ungkap Pelaku Ganjal ATM Antar Propinsi
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 89
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap jaringan sindikat pencurian dengan pemberatan lintas provinsi yang menggunakan modus ganjal ATM, Senin (11/08).
Keberhasilan ini menambah panjang daftar keberhasilan aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan siber dan kejahatan perbankan di Indonesia.
Kelompok kriminal ini diketahui telah beroperasi di beberapa daerah, termasuk Medan, Riau, dan Tangerang Selatan. Mereka menargetkan korban secara acak di fasilitas ATM umum, dengan modus operandi yang cukup canggih dan terorganisasi.
Kasus ini terungkap setelah seorang warga Medan, LS, melaporkan kehilangan saldo rekening sebesar Rp706 juta setelah bertransaksi di galeri ATM SPBU Selayang pada 20 Februari 2025.
Saat itu, kartu ATM miliknya gagal terbaca secara berulang. Pelaku yang berpura-pura membantu kemudian menukar kartu ATM korban dengan kartu yang telah dimodifikasi, sambil menghafal PIN yang dimasukkan korban.
Beberapa jam kemudian, uang di rekening korban berhasil dikuras melalui mesin ATM lain.
“Pelaku menyiapkan tusuk gigi yang telah dimodifikasi untuk mengganjal slot kartu ATM. Mereka beraksi secara berkelompok, ada yang bertugas mengganjal mesin, menukar kartu, mengawasi sekitar lokasi, hingga menarik uang tunai. Modus ini sudah mereka jalankan di berbagai daerah,” ujar Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, Direktur Reskrimum Polda Sumut, dalam konferensi pers di depan kantor Ditreskrimum pada hari Minggu (10/08).
Selain mengamankan sejumlah pelaku, polisi juga menyita berbagai alat bukti termasuk kartu ATM palsu, tusuk gigi modifikasi, dan perangkat elektronik lainnya yang digunakan untuk memfasilitasi aksi kejahatan ini.
Hingga saat ini, polisi sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap seluruh anggota jaringan dan mengungkap kemungkinan adanya korban lain dari modus serupa di berbagai daerah.
Kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bertransaksi di ATM, serta tidak memberikan akses data pribadi kepada siapapun guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
- Penulis: mediagramindo


