Kericuhan Eksekusi Lahan Showroom Mobil Mazda Ricuh
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 28 Apr 2025
- visibility 86
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassar – Eksekusi lahan Showroom Mazda Makassar, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, diwarnai kericuhan, Senin (28/4/2025)
Kericuhan dipicu adanya aksi blokade jalan depan kantor DPRD Kota Makassar, atau sekitar 50 meter dari showroom Mazda Makassar.
Mereka membakar ban sambil memblokade Jl AP Pettarani arah pertigaan Jl Sultan Alauddin.
Namun, aksi mereka tidak berlangsung lama setelah ratusan personel gabungan dari Polrestabes Makassar, dibantu Sabhara dan Brimob Polda Sulsel serta TNI, merangsek maju ke lokasi eksekusi.
Petugas gabungan membubarkan aksi blokade jalan dengan menyemprotkan air dari kendaraan taktis water cannon dan tembakan gas air mata.
Eksekusi lahan itu berdasarkan dari Pengadilan Negeri (PN) Makassar melaksanakan eksekusi terhadap lahan showroom Mazda Makassar yang terletak di Jalan A.P. Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Massa sempat melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu. Aksi perlawanan massa itu tidak berlangsung lama karena kalah jumlah dengan petugas.
Massa penolak eksekusi itu pun berhasil didorong mundur petugas hingga proses eksekusi berjalan lancar.

Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Darwis yang memimpin proses pengawalan eksekusi mengatakan, kericuhan dipicu adanya perlawanan dari kelompok massa tergugat.
“Kami dari personel Polrestabes Makassar, sudah memprediksi bahwa akan ada perlawanan,” kata AKBP Darwis ditemui di lokasi.
Adapun total personel Polrestabes Makassar dibantu Polda Sulsel berjumlah 900 orang.
Sementara, dua orang terduga pelaku anarkis yang melakukan perlawanan ke polisi telah diamankan.
“Informasi ada (yang diamankan), yang melakukan anarkis tadi melempar dan lain-lain, yang sudah diketahui orangnya itu sudah diamankan,” ujarnya.
Meski diwarnai kericuhan, tidak ada korban luka dalam insiden itu. “Alhamdulillah tidak ada korban, meski sempat ada pelemparan tadi,” ucap Darwis.
Sebelum pembongkaran atau penggusuran bangunan dilakukan, polisi memberikan kesempatan ke pengelola untuk mengosongkan showroom.
Termasuk beberapa mobil yang dijual di dalam showroom itu telah dievakuasi sebelumnya.
- Penulis: mediagramindo


