Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menteri Kelautan dan Perikanan Akan Dalami Dugaan Penguasaan Pulau-Pulau Kecil di Bali dan NTB oleh WNA

Menteri Kelautan dan Perikanan Akan Dalami Dugaan Penguasaan Pulau-Pulau Kecil di Bali dan NTB oleh WNA

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan akan mendalami adanya dugaan penguasaan pulau-pulau kecil di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh warga negara asing (WNA). Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI yang digelar di Jakarta hari ini, Senin (07/07).

“Terhadap pulau kecil di dua wilayah tersebut, tentu kami akan dalami,” ujar Trenggono saat memberi keterangan, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti isu tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trenggono menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap pemanfaatan pulau-pulau kecil yang sudah dilakukan. Ia mencontohkan, jika adanya pembangunan properti di pulau kecil yang melanggar aturan, terutama jika ruang tersebut merupakan kawasan konservasi, maka KKP akan menyegel dan meminta pembongkaran bangunan tersebut.

“Kalau pulau kecil itu memang diperbolehkan untuk dimanfaatkan, tetapi pemiliknya belum memiliki izin, maka kami akan melakukan penyegelan dan meminta mereka melakukan proses legalisasi secara benar. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” jelas Trenggono.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengungkapkan adanya dugaan kepemilikan pulau-pulau di wilayah NTB dan Bali oleh WNA. Ia menyatakan akan melakukan pengecekan terkait kedudukan hukum atau legal standing dari pulau-pulau tersebut.

Namun, berbeda dengan pernyataan itu, Kepala Kanwil BPN Bali, I Made Daging, menegaskan bahwa tidak ada pulau di Bali yang dikuasai oleh WNA. Ia menegaskan bahwa semua pulau di Bali, seperti Nusa Penida, Lembongan, Ceningan, dan Menjangan, hanya memiliki status Hak Pakai, bukan Hak Milik.

“Tidak ada satu pun pulau di Bali yang dikuasai WNA,” tegas Daging. Ia menambahkan bahwa hingga Maret 2025, tercatat ada 463 bidang tanah bersertifikat Hak Pakai yang dimiliki WNA, umumnya digunakan untuk villa atau rumah tinggal mewah.

Kebijakan pengawasan dan penegakan hukum terkait penguasaan pulau-pulau kecil di Bali dan NTB menjadi perhatian pemerintah, agar pengelolaan sumber daya laut dan pulau-pulau kecil tetap sesuai aturan dan tidak disalahgunakan oleh pihak asing.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • OCBC Hadirkan Platform Digital OCBC Merchant untuk Dukung Percepatan Digitalisasi UMKM di Indonesia

    OCBC Hadirkan Platform Digital OCBC Merchant untuk Dukung Percepatan Digitalisasi UMKM di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam upaya mempercepat transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, OCBC NISP merilis inovasi terbaru berupa platform digital bernama OCBC Merchant. Melalui platform ini, pelaku usaha diharapkan dapat lebih mudah dan efisien dalam menerima pembayaran non-tunai, mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka. Data dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia […]

  • KPK Periksa Empat Saksi Terkait Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Lingkungan MPR

    KPK Periksa Empat Saksi Terkait Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Lingkungan MPR

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta – KPK melaporkan bahwa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat orang saksi terkait dugaan penerimaan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Latar belakang kejadian disebutkan bahwa pada Kamis, 25 September 2025, Jurubicara KPK Budi Prasetyo […]

  • Bapas Waikabubak Ajak Klien Pemasyarakatan Bersih-Bersih Pasar Lama

    Bapas Waikabubak Ajak Klien Pemasyarakatan Bersih-Bersih Pasar Lama

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    WAIKABUBAK – Balai Pemasyarakatan Kelas II Waikabubak menggelar aksi sosial pembersihan sampah di area Pasar Lama Waikabubak, Senin. Kegiatan gotong royong ini melibatkan ASN Bapas, mahasiswa pemagang, dan Klien Pemasyarakatan sebagai bentuk pembinaan sosial yang humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat, Kamis (21/05). Aksi sosial ini difokuskan pada pembersihan sejumlah titik di Pasar Lama Waikabubak. […]

  • TikTok Aplikasi Trend Wisata Seks di Jepang

    TikTok Aplikasi Trend Wisata Seks di Jepang

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jepang – Wisata seks di Jepang semakin marak gara-gara sejumlah video viral di TikTok. Turis dari berbagai negara menyewa pekerja seks komersial (PSK) Jepang yang menjajakan diri di Taman Okubo, Tokyo. AFP melaporkan sejumlah perempuan berjejer di Taman Okubo dekat Kabukicho, bioskop yang terkenal karena dihiasi kepala Godzilla. Mereka menawarkan seks berbayar kepada turis. “Tidak […]

  • Kejagung Sita Uang Rp 1 Triliun Kasus Korupsi Hutan

    Kejagung Sita Uang Rp 1 Triliun Kasus Korupsi Hutan

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang senilai lebih dari Rp 1 triliun terkait kasus dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu oleh PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI) di area PT Inhutani V Provinsi Lampung. Seluruh uang sitaan tersebut kini disimpan di rekening penampungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan sistem tanpa bunga […]

  • Tamparan Keras Fakultas Hukum UI Usai Viral Pelecehan Mahasiswanya

    Tamparan Keras Fakultas Hukum UI Usai Viral Pelecehan Mahasiswanya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Depok – Sejumlah 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual langsung dihadirkan di depan seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa dan jajaran dekanat. Aksi sidang terbuka ini menjadi sorotan publik karena direkam secara live dan rekamannya beredar luas di media sosial, menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan kalangan […]

expand_less