Kondisi Nenek Rodiah Setalah Kecelakaan Dengan PJR Polda Sumut
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
- visibility 122
- print Cetak

Nenek Rodiah (70) Mengalami Retak kali dan Kepala terbentur Aspal akibat kecelakaan di Jl SM Raja Kota Medan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Dua personel Patroli Jalan Raya (PJR) dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dilaporkan mengalami insiden kecelakaan lalu lintas saat bertugas di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis pagi. Peristiwa tersebut melibatkan Bripda AD dan Bripda RS yang diduga menabrak seorang nenek bernama Rodiah (70), saat korban menyeberang jalan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di depan SMA Parulian 3, saat kedua personel PJR tersebut melintas dari arah Polda Sumut menuju pusat kota.
Kabar yang beredar, korban yang sedang menyeberang dari sisi kiri jalan hendak menuju RS Mitra Medika Medan mengalami kecelakaan setelah tersenggol kendaraan patroli.
Akibat benturan keras, Rodiah tersungkur ke aspalan jalan dan mengalami luka-luka cukup serius. Wajahnya terlihat luka dan darah di wajahnya, sementara kakinya mengalami patah. Selain itu, korban juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan tubuhnya.
Saat ini Nenek Rodiah berada di RS Grand Medistra, Lubuk Pakam Deli Serdang seperti di kutip dar Mimbar Umum. Kombes Firman mengatakan bahwa kondisi Nek Rodiah, warga Jalan Garu II Gang Rambe, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas mulai membaik, meski tulang kakinya retak.

“Saya sudah ke rumah sakit (Grand Medistra, Lubuk Pakam), melihat kondisi ibu penyeberang jalan itu dan kondisi anggota (polantas). Keduanya sama- sama dirawat di sana. Seluruh biaya pengobatan menjadi tanggung jawab kami,” kata Kombes Firman, Jumat (18/07).
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut kepada masyarakat.
“Kami dari Polda Sumut menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saya sendiri sudah menemui keluarga korban di rumah sakit dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung,” ujar Kombes Firman.
Ia mengonfirmasi bahwa kedua anggotanya dalam keadaan sadar dan tidak mengalami luka berat. Ia juga memastikan bahwa sampai saat ini, tidak ada pihak yang mengalami kondisi kritis.
Sementara itu, keluarga korban mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kejadian ini. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta pihak kepolisian untuk lebih berhati-hati saat menjalankan tugas di lapangan.
Polisi tengah melakukan pemeriksaan terkait kronologi insiden dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut walaupun kasus ini dilimpahkan ke Satlantas Polrestabes Medan.
Kejadian ini menambah daftar insiden lalu lintas yang melibatkan petugas kepolisian, menimbulkan perhatian publik terhadap standar prosedur operasional dan keselamatan saat bertugas di jalan raya. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan lalu lintas demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


