Anggota Polisi Jadi Korban Kemarahan Warga di Desa Yaba Bacan Barat
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
- visibility 130
- print Cetak

Dua korban bersimbah darah akibat perdebatan warga untuk pengelolaan dana CSR.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HALMAHERA – Berawal dari rapat umum di Desa Yaba Bacan Barat Utara beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Senin 20 Januari 2025 suasana rapat berubah menjadi perdebatan terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perusahaan yang berlokasi di Desa tersebut.
Bermula dalam rapat, Ketua BPD Yaba, Lalesckha Christiana Nita, terlibat dalam perdebatan mengenai pengelolaan dana CSR, kabar yang beredar dana CSR seharusnya dikelola masyarakat setempat atau ditetapkan oleh pemerintah desa, tapi, Lalesckha merasa berhak mengatur dana tersebut, sebab ini lah pemicu perdebatan sengit antara warga.
Sebelumnya warga sudah melayangkan beberapa kali surat undangan untuk Lalesckha, hasilnya Ketua BPD Yaba, Lalesckha Christiana Nita tidak pernah hadir.
Sementara (PJ) Kepala Desa Yaba, Nurjana Lameko, saat membawa kata sambutan di setiap kegiatannya sering menyinggung soal penyaluran dana CSR, yang berakibat suasana semakin tidak kondusif bahkan pernah terjadi aksi saling dorong dan perdebatan mulut, hingga akhirnya muncul laporan bahwa Evalina Joy Troma, ibu dari Bripda Reza Pratama yang bertugas di Polres Halmahera Selatan, diduga dipukul oleh Eli Wahai, salah satu warga desa akibat perdebatan dan CSR.
- Penulis: mediagramindo


