Lomba Puisi Internasional Satu Abad Jam Gadang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
- visibility 170
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bukittinggi – Dalam rangka memperingati satu abad keberadaan Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pemerintah kota mengumumkan akan menggelar berbagai kegiatan budaya dan pariwisata yang melibatkan partisipasi internasional. Salah satu rangkaian acara utama adalah lomba baca puisi tingkat internasional yang akan diikuti oleh 50 negara, Jumat (06/06).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan informasi tersebut saat ditemui di Kota Bukittinggi hari ini. Ia menjelaskan bahwa acara puncak peringatan akan berlangsung pada Juni 2026, dengan berbagai kegiatan yang telah disusun dan sedang dalam tahap persiapan oleh panitia yang sedang dibentuk.
“Dalam rangkaian satu abad Jam Gadang yang jatuh pada tahun depan, akan ada 50 negara yang ikut berpartisipasi dalam lomba baca puisi di Kota Bukittinggi,” ujar Ramlan.
Jam Gadang sendiri merupakan ikon kota Bukittinggi yang dibangun antara tahun 1925 hingga 1926 dan diresmikan setahun kemudian.
Menara setinggi 27 meter ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat dan memiliki nilai sejarah yang tinggi, terutama karena hanya ada dua mesin jam di dunia yang serupa, yakni di Bukittinggi dan Big Ben di London.
Selain lomba baca puisi internasional, pemerintah kota juga menyiapkan berbagai agenda budaya dan pariwisata yang berhubungan langsung dengan sejarah Jam Gadang. Rencana promosi ke tingkat global pun semakin dimaksimalkan, mengingat pentingnya ikon ini di kancah internasional.
“Ke depan, kita akan lebih masif mempromosikan Jam Gadang ke dunia internasional,” tambah Ramlan. Ia juga menyebutkan bahwa agenda keagamaan dan budaya lainnya akan turut diadakan dalam rangka memperingati satu abad Jam Gadang.
Pemerintah daerah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk menyukseskan rangkaian acara ini.
Pada puncaknya, pemerintah berencana mengundang keluarga Ratu Wilhelmina serta pihak kerajaan Belanda sebagai tamu kehormatan, mengingat sejarah panjang dan hubungan kolonial yang melekat pada bangunan ikonik ini.
Perayaan satu abad Jam Gadang diharapkan mampu menarik perhatian dunia internasional, sekaligus mempererat nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh kota Bukittinggi.
- Penulis: mediagramindo


