Istri Presiden Soekarno ke Delapan Meninggal di USA
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
- visibility 267
- print Cetak

Istri Presiden Sukarno Meninggal di USA, (18/09). Foto IG Yudi Sanger
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Istri kedelapan Presiden Soekarno, Yurike Sanger meninggal dunia di Amerika. Kabar itu diungkapkan langsung oleh sang anak Yudhi Sanger.
Yudi mengatakan, Yurike Sanger meninggal pada 17 September 2025. Dia meninggal Pukul 19.15 waktu USA. “Rencana akan dibawa ke Rumah Duka di RS Fatmawati (waktu menyusul),” tulis Yudhi dalam akun Instagramnya, Kamis (18/09).
“In loving memory, Yurike Sanger. Beloved mother, grandmother, and great grandmother,” tulis Yudhi lagi.
Yurike Sanger, yang lahir pada tahun 1945 di Poso, Sulawesi Tengah, memiliki darah campuran Jerman dan Manado.
Pertemuannya dengan Soekarno terjadi pada tahun 1963 ketika ia masih berstatus pelajar SMA dan aktif dalam organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Pertemuan ini menjadi awal dari sebuah babak baru dalam hidupnya, yang kemudian membawanya menjadi istri ketujuh Presiden Soekarno.
Meskipun perannya lebih banyak di balik layar, Yurike Sanger tetap tercatat dalam sejarah keluarga besar Presiden Pertama RI.
Kehidupannya setelah pernikahan dengan Soekarno juga menunjukkan keteguhan dan perjalanan pribadi yang penuh makna.
Hubungan antara Yurike Sanger dan Soekarno berlanjut hingga keduanya memutuskan untuk menikah pada tahun 1964.
Saat itu, Yurike Sanger masih berusia sangat muda, yakni 19 tahun, sementara Soekarno berusia 64 tahun. Pernikahan ini menjadikan Yurike Sanger sebagai istri ketujuh Soekarno.
Pernikahan mereka berlangsung selama empat tahun, dari tahun 1964 hingga berakhir pada tahun 1968. Selama masa pernikahan, Yurike Sanger sempat memutuskan untuk menjadi mualaf dan memeluk agama Islam setelah menikah dengan Soekarno. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi Muslim.
Meskipun menjalani kehidupan dalam sorotan publik sebagai istri presiden, Yurike Sanger lebih memilih untuk berada di balik layar.
Ia tidak seperti beberapa istri Soekarno lainnya yang kerap tampil di ruang publik, melainkan lebih dikenal melalui kiprahnya dalam kegiatan sosial.
Setelah empat tahun menikah, Yurike Sanger dan Soekarno memutuskan untuk bercerai secara baik-baik pada tahun 1968. Perceraian ini terjadi di tengah situasi politik Indonesia yang memanas pasca-peristiwa G30S PKI.
Setelah bercerai dari Soekarno, Yurike Sanger menemukan tambatan hati baru dan menikah untuk kedua kalinya.
Ia kemudian memutuskan untuk tinggal di Amerika Serikat bersama keluarganya. Dalam perjalanan hidupnya, Yurike Sanger juga kembali memeluk agama Kristen, yang merupakan agama yang dianutnya sebelum menikah dengan Soekarno.
Yurike Sanger wafat pada usia 80 tahun pada Rabu, 17 September 2025, sekitar pukul 20.00 waktu setempat di sebuah rumah sakit di San Bernardino, Los Angeles, Amerika Serikat. Ia sebelumnya didiagnosis mengidap kanker payudara.
- Penulis: mediagramindo


