Matikan Aplikasi Ojol Besok Akan Demo di DPR
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
- visibility 149
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang rencananya berlangsung besok, Rabu (17/9/2025). Demonstrasi ini akan berlangsung dari Kementerian Perhubungan ke gedung DPR RI, sebagai bentuk aspirasi dan tuntutan dari kalangan pengemudi ojek online.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan bahwa demonstrasi ini juga akan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan pengemudi ojol.
Ia menambahkan, selama aksi berlangsung, anggota asosiasinya akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan regulasi yang dinilai merugikan mereka.
Tuntutan Pengemudi Ojol
Raden Igun mengatakan bahwa massa pengemudi ojol menuntut beberapa hal utama, di antaranya:
– Potongan tarif maksimal 10 persen dari aplikator.
– Regulasi yang jelas terkait tarif mengantar barang dan makanan.
– Audit terhadap potongan yang diambil oleh regulator dan aplikator.
– Penghapusan sistem tertentu yang dianggap membuat tarif menjadi murah dan merugikan pengemudi.
– Penuntasan kasus tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang menjadi salah satu perhatian utama massa.
– Pergantian kepemimpinan di Kementerian Perhubungan guna memperbaiki kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada pengemudi.
Imbauan kepada Warga Jakarta
Raden Igun juga mengimbau masyarakat Jakarta untuk menggunakan moda transportasi alternatif pada hari tersebut, mengingat sebagian besar aplikasi ojol akan menonaktifkan layanan mereka sebagai bentuk solidaritas.
“Imbauan Garda terhadap warga Jakarta agar memilih moda transportasi alternatif pada Rabu, 17 September 2025, karena sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan demonstrasi ojol ke Kemenhub, Istana dan DPR RI,” jelas Igun, Selasa (16/09).
Demonstrasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi dan menekan pemerintah agar memperhatikan hak-hak pengemudi ojek online serta melakukan evaluasi terhadap regulasi yang berlaku.
- Penulis: mediagramindo


