Nyamar Jadi Hijaber Mahasiswa UTM di Tangkap di Kos – kosan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- visibility 84
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGKALAN – Seorang mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinisial MFA (21) nekat melakukan aksi menyamar sebagai perempuan untuk menemui mantan pacarnya di sebuah indekos khusus wanita di Bangkalan. Aksi ini terungkap dan berujung penangkapan saat pelaku digrebek oleh penghuni kos dan petugas kepolisian pada Kamis malam (23/10).
Kericuhan di lokasi tersebut menarik perhatian petugas patroli yang sedang melintas di sekitaran area indekos. Melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari MFA, penghuni kos langsung melaporkan ke pihak berwajib. Tak lama kemudian, anggota Polres Bangkalan tiba dan mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan.
“Benar, anggota kami mengamankan seorang mahasiswa yang berdandan seperti perempuan. Ia hanya kami periksa untuk klarifikasi,” ujar Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, Jumat (24/10).

Dalam pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa oleh MFA. Pelaku hanya membawa makanan ringan berupa sempol yang rencananya akan diberikan kepada mantan kekasihnya, IF (22), warga Jombang.
Dari pengakuan MFA, ia mengaku ingin menyampaikan permintaan maaf dan berkeinginan mengakhiri hubungan secara baik-baik. Ia pun memilih menyamar sebagai perempuan agar bisa masuk ke dalam indekos yang khusus untuk wanita. Setelah kejadian ini menjadi viral di media sosial dan menyebar di kalangan kampus, kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. MFA pun menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tidak mengganggu mantan pacarnya.
Namun, usaha MFA untuk menemui mantan kekasihnya tidak berjalan mulus. Ia justru menjadi sasaran kecurigaan penghuni kos lainnya yang menilai penampilannya mencolok dan tidak wajar. Situasi semakin memanas ketika kerumunan warga dan penghuni kos menarik perhatian petugas yang sedang berpatroli. Akibatnya, MFA langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Bangkalan pada malam hari.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan pihak kampus, sekaligus menyoroti pentingnya menjaga komunikasi dan menghormati privasi orang lain. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif dan proses kejadian tersebut.
- Penulis: mediagramindo


