Mega Proyek Kereta Cepat Whoosh Seperti Bom Waktu Rugi Trilyunan, Ini Penjelasan Bobby
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
- visibility 123
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, dinilai berpotensi menjadi bom waktu bagi perusahaan jika tidak ditangani secara tepat. Ia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menilik permasalahan yang ada.
Pernyataan itu disampaikan Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (20/8/2025).
Ia mengakui bahwa masih dibutuhkan waktu untuk menelisik sederet permasalahan di internal KAI, khususnya terkait beban megaproyek kereta cepat yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
“Kami yakin dalam satu minggu kedepan kami dapat memahami segala kendala-kendala permasalahan yang ada di dalam KAI ini. Terutama kami dalami juga yang masalah KCIC yang seperti yang disampaikan tadi memang ini bom waktu buat (KAI),” ujar Bobby.
Namun Bobby belum merinci secara rinci maksud “bom waktu” tersebut. Ia menegaskan akan membahasnya lebih lanjut dengan Danantara. “Jadi kami akan koordinasi dengan Danantara untuk penyelesaiannya KCIC ini,” tegasnya.
Menurut paparan yang ia sampaikan, penyerapan kerugian KAI dari proyek kereta cepat Whoosh pada Semester I-2025 mencapai Rp 1,24 triliun.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penyerapan kerugian pada Semester I-2024 dari proyek yang sama yaitu sebesar Rp 1,81 triliun.
Selain itu, usulan restrukturisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut-sebut sebagai salah satu program kunci KAI di bawah kepemimpinan Bobby Rasyidin saat ini.
Langkah restrukturisasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menata ulang beban proyek dan menjaga keberlanjutan operasional perusahaan ke depannya.
- Penulis: mediagramindo


