Mendesak, Nelayan Butuh Kolam Labuh Puluhan Perahu Karam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
- visibility 84
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cianjur – Musibah kembali menimpa nelayan di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Pada Jumat (19/9) sore hingga Sabtu dini hari, cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang menyebabkan gelombang tinggi tak terkendali di kawasan pesisir Jayanti. Diperkirakan sebanyak 22 perahu nelayan dilaporkan karam.
Wawas Somantri, Humas Rukun Nelayan (RK), mengungkapkan bahwa ketiadaan kolam labuh kapal menjadi persoalan utama nelayan Jayanti setiap musim cuaca buruk.
“Dari kemarin sore sampai malam, perahu kami karam satu per satu. Kami nelayan hanya bisa pasrah, tapi sampai kapan harus seperti ini? Harapan kami satu-satunya, pemerintah segera membangun kolam labuh,” ujarnya.

Keterbatasan kolam labuh di Jayanti memang menjadi masalah kronis. Dengan kapasitas kolam labuh yang terbatas, banyak nelayan terpaksa menambatkan perahunya di laut terbuka, membuatnya rentan terhadap gelombang tinggi.
Kerugian akibat karamnya perahu nelayan ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Nelayan lain juga menyampaikan keluhan serupa, menekankan bahwa keberadaan kolam labuh adalah kebutuhan mendesak.
Tanpa fasilitas ini, kehidupan nelayan Jayanti akan terus bergantung pada nasib baik di tengah badai yang datang setiap tahun, terutama saat musim angin barat.
Kasus serupa pernah terjadi pada Juli 2025 lalu, di mana 56 perahu nelayan tenggelam akibat cuaca ekstrem di Pelabuhan Jayanti. Pemerintah setempat telah mengimbau nelayan untuk tidak melaut sementara waktu guna menghindari risiko keselamatan.
- Penulis: mediagramindo


