Nusakambangan Transformasi Jadi Pusat Ketahanan Pangan Warga Binaan
- account_circle Pipin
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 181
- print Cetak

Kunjungan kerja Titiek Soeharto ke Nusakambangan, Sabtu (22/06)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Politisi Gerindra itu menyebut Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan lapas berisiko tinggi kini bertransformasi jadi kawasan produktif penghasil komoditas pangan.
“Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini sangat ramah dan bisa hasilkan banyak produk bermanfaat untuk kita semua,” puji Titiek Soeharto.
135 Hektare Lahan Produktif Libatkan Ratusan Warga Binaan

Komisi IV DPR RI ke Nusakambangan tinjau pertengkaran warga binaan
Menteri Imipas Agus Andrianto menyampaikan masukan Komisi IV DPR akan jadi bahan evaluasi untuk memperkuat program. Ia menegaskan seluruh Lapas dan Rutan terus optimalkan lahan idle dukung ketahanan pangan nasional.
“Tadi kami mohon evaluasi dan arahan, akan kami tindak lanjuti. Kami laporkan seluruh Lapas dan Rutan manfaatkan lahan idle untuk ketahanan pangan, terutama penuhi kebutuhan dari dalam,” jelas Agus Andrianto.
Saat ini Nusakambangan manfaatkan 135 hektare lahan produktif. Ratusan Warga Binaan dilibatkan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, budidaya udang vaname dan sidat.
- Penulis: Pipin


