Penguatan Rupiah di Pembukaan Perdagangan Jakarta Tersentuh 0,16 Persen
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- visibility 76
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 26 poin atau sekitar 0,16 persen, menjadi Rp16.665 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.691 per dolar AS. Penguatan ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang menunjukkan ketidakpastian ekonomi di Amerika Serikat akibat penutupan pemerintah yang berkepanjangan.
Data ekonomi dari Negeri Paman Sam menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan. Penutupan pemerintah AS yang berlangsung hingga November 2025 berdampak langsung terhadap indikator ekonomi utama, termasuk data tenaga kerja dan sektor riil.
Menurut pengamatan dari ekonom Bank Swasta, Josua Pardede, kondisi ini mencerminkan ekonomi AS yang masih mengalami perlambatan, Rabu (17/12).
Data Non-Farm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan adanya penurunan sebanyak 105 ribu pekerjaan pada bulan Oktober 2025. Angka ini membalik tren kenaikan sebesar 108 ribu pekerjaan di bulan sebelumnya dan hanya sedikit pulih dengan kenaikan 64 ribu pekerjaan pada November 2025.
Sementara itu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,6 persen pada November 2025, dari 4,4 persen di September 2025, melampaui perkiraan konsensus sebesar 4,5 persen.
Menurut Josua Pardede, angka-angka tersebut memperlihatkan dampak negatif dari penutupan pemerintah terhadap pasar tenaga kerja dan perekonomian AS secara umum. Sentimen negatif dari kondisi ini turut memengaruhi pasar valuta asing, termasuk nilai tukar rupiah yang tercatat menguat di awal perdagangan hari ini.
Penguatan rupiah ini diharapkan dapat memberi sedikit stabilisasi terhadap pasar keuangan nasional, mengingat adanya ketidakpastian ekonomi global yang tengah berlangsung. Para pelaku pasar tetap memantau perkembangan situasi di AS dan dampaknya terhadap pasar global dan Indonesia.
- Penulis: mediagramindo


