Perbandingan Kekuatan Militer antara Thailand dan Kamboja
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
- visibility 129
- print Cetak

Foto : Pich Chanmony Ibu Negara Kamboja dan PM Thailand yang saat ini diskors, Paetongtarn Shinawatra, Minggu (27/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagramindo – Dalam konteks keamanan regional di Asia Tenggara, kekuatan militer dari negara-negara tetangga menjadi perhatian utama. Dua negara yang sering dibandingkan adalah Thailand dan Kamboja, mengingat posisi geografis dan sejarah hubungan keduanya. Berikut ini adalah gambaran umum mengenai kekuatan militer Thailand dan Kamboja.
Ukuran dan Personel Militer
Thailand
– Memiliki kekuatan militer yang cukup besar dengan sekitar 360.000 personel aktif dan 200.000 cadangan. Militer Thailand terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta Pasukan Khusus dan Angkatan Pertahanan Udara.
Kamboja
– Memiliki sekitar 150.000 personel militer aktif dan sekitar 50.000 cadangan. Meski lebih kecil, militer Kamboja tetap menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan daratan Indochina.
Peralatan Militer dan Teknologi
Thailand
– Memiliki armada pesawat tempur modern, termasuk beberapa jet F-16 Fighting Falcon dan pesawat tempur buatan China.
– Kapal perang termasuk kapal perang kecil dan kapal patroli.
– Sistem pertahanan rudal dan teknologi militer yang cukup maju, didukung oleh impor dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan China.
Kamboja
– Mengandalkan peralatan militer dari China dan Rusia, termasuk tank T-55 dan T-72, serta kapal patroli dari China.
– Kendala dalam modernisasi peralatan karena anggaran yang lebih terbatas.
– Memiliki kekuatan udara yang lebih terbatas, dengan pesawat tempur yang lebih tua dan kurang modern.
Anggaran Militer
Thailand
– Mengalokasikan anggaran militer sekitar USD 4 miliar per tahun (per 2023), menjadikannya salah satu kekuatan militer terbesar di ASEAN.
Kamboja
– Anggaran militer sekitar USD 300 juta hingga 400 juta per tahun, jauh lebih kecil dibanding Thailand, yang membatasi kemampuan modernisasi dan pengadaan peralatan baru.
Kemampuan Operasional dan Pelatihan
Thailand
– Memiliki pengalaman dalam operasi militer dan latihan internasional, termasuk kerjasama dengan negara-negara Barat dan ASEAN.
Kamboja
– Fokus utama pada pertahanan wilayah dan stabilitas internal. Pelatihan dan interoperabilitasnya terbatas dan lebih bergantung pada bantuan dari China dan Rusia.
Secara umum, kekuatan militer Thailand jauh lebih besar dan modern dibandingkan Kamboja. Dengan anggaran yang lebih besar, personel yang lebih banyak, serta peralatan militer yang lebih canggih, Thailand memiliki keunggulan strategis di kawasan.
Sementara itu, Kamboja lebih terbatas dalam hal kekuatan militer, namun tetap memiliki peran penting dalam stabilitas regional dan keamanan nasional.
Catatan:
Perkembangan kekuatan militer selalu dinamis dan dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, serta bantuan internasional. Oleh karena itu, data dan perbandingan ini perlu terus diperbarui sesuai perkembangan terbaru, Minggu (27/07).
Sumber Referensi:
– Global Firepower Index 2023
– Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI)
– Laporan militer nasional dan berita regional
- Penulis: mediagramindo


