Kementerian Agama Ingatkan Jamaah Haji Indonesia Jaga Kesehatan dan Ketertiban Saat Pulang dari Tanah Suci
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
- visibility 108
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan seluruh jamaah haji Indonesia agar tetap menjaga kesehatan menjelang dan selama proses pemulangan dari Tanah Suci ke Tanah Air. Imbauan ini disampaikan dalam rangka memastikan perjalanan pulang jamaah berjalan lancar, aman, dan sehat.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, menyampaikan hal tersebut pada Sabtu, 14 Juni 2023. Fauzin menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama perjalanan yang diperkirakan memakan waktu cukup panjang.
“Kami mengimbau kepada jamaah haji untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Perjalanan pulang membutuhkan stamina yang prima agar semua proses berjalan lancar dan jamaah dapat tiba di Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Selain itu, Fauzin juga mendoakan agar seluruh jamaah mendapatkan perjalanan yang aman dan selamat, serta meraih gelar haji yang mabrur dan mabrurah.
Dalam proses pemulangan, Fauzin mengingatkan jamaah untuk memperhatikan batas maksimal berat barang bawaan dan ketentuan dari maskapai penerbangan. Jamaah diizinkan membawa dua koper, yaitu koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram dan koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram.
Fauzin menambahkan, jamaah harus memastikan barang yang dibawa sesuai ketentuan dan tidak membawa barang terlarang. Ia juga mengingatkan pentingnya memberi tanda pengenal pada koper masing-masing untuk memudahkan pengambilan barang di Tanah Air.
“Jamaah tidak diperkenankan membawa barang yang dilarang, seperti air zamzam, barang ber-aerosol, powerbank dengan kapasitas lebih dari 20.000 mAh, serta uang tunai senilai Rp100 juta atau lebih, atau setara dengan 25.000 rial atau lebih,” katanya.
Terkait barang milik jamaah yang wafat selama di Arab Saudi, Fauzin menyatakan bahwa pengelolaannya menjadi tanggung jawab petugas kloter.
Selain aspek keamanan barang, Fauzin juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di pemondokan. Ia mengingatkan larangan merokok di dalam kamar atau ruang tertutup karena sistem keamanan hotel di Arab Saudi sangat sensitif terhadap asap rokok.
“Marilah kita saling menjaga dan menciptakan suasana aman serta nyaman bagi seluruh jamaah selama di tanah penginapan,” tuturnya.
Kemenag berharap, seluruh jamaah dapat melaksanakan perjalanan pulang dengan lancar, aman, dan sehat, serta kembali ke tanah air dalam keadaan terbaik.
- Penulis: mediagramindo


