Profil Juliana Marins Pendaki Gunung Rinjani Ditemukan Tewas
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
- visibility 138
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lombok – Seorang pendaki asal Brasil, Juliana Marins, ditemukan tewas setelah jatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian ini terjadi pada Sabtu (21/6/2025), dan jenazah perempuan berusia 27 tahun tersebut baru ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (24/6/2025) di kedalaman sekitar 600 meter dari lokasi awal jatuh.
Kondisi terakhir Juliana sebelum ditemukan sempat terekam oleh video drone yang menunjukkan perempuan muda tersebut masih hidup dan terluka di dasar jurang. Momen ini pun sempat memicu kemarahan di kalangan netizen, terutama dari Brasil, yang menyalahkan pihak Indonesia atas dianggapnya lambatnya proses evakuasi.
Profil Juliana Marins
Mengutip dari media Brasil G1 Globo, Juliana Marins berasal dari Rio de Janeiro dan saat ini menetap di Niteroi, kota yang termasuk bagian dari metropolitan Rio. Ia merupakan lulusan dari Universidade Federal do Rio de Janeiro (UFRJ) dengan jurusan periklanan dan propaganda. Selain aktif di bidang kehumasan sebagai publisis, Juliana juga dikenal sebagai penari pole dance.
Sejak Februari 2025, Juliana telah menjelajahi berbagai negara di Asia, termasuk Filipina, Vietnam, dan Thailand, sebelum akhirnya berkunjung ke Indonesia. Melalui akun media sosial pribadinya, @ajulianamarins, ia kerap membagikan momen perjalanan dan berbagai destinasi wisata yang dikunjungi, termasuk Bali dan Lombok.

Unggahan terakhir Juliana di Instagram berisi foto-foto perjalanan di berbagai lokasi wisata Indonesia, lengkap dengan caption “Never try never fly”. Postingan tersebut disambut duka dari banyak pengguna media sosial di Brasil dan Indonesia.
Kronologi Kejadian
Juliana diketahui jatuh saat melakukan pendakian jalur menuju puncak Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun pada Sabtu pagi pukul 06.30 Wita, di area Cemara Tunggal. Ia mendaki bersama lima wisatawan lain dan didampingi seorang pemandu.
Setelah beristirahat di pos peristirahatan karena kelelahan, pemandu melanjutkan perjalanan bersama pendaki lainnya. Namun, Juliana tidak kunjung menyusul, sehingga pemandu kembali ke lokasi dan menemukan korban sudah hilang dari penglihatan.
Pada hari Senin (23/6), tim SAR mendapatkan sinyal bahwa jenazah Juliana berada di kedalaman sekitar 500 meter dari titik jatuh. Evakuasi sempat terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem dan medan terjal di kawasan tersebut. Akhirnya, jenazah perempuan asal Brasil ini berhasil ditemukan di kedalaman 600 meter pada hari Selasa.
Tanggapan dan Harapan Keluarga
Keluarga Juliana Marins kemudian meminta agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti. Rencana autopsi akan dilakukan di Denpasar, Bali.
Kejadian ini menambah daftar insiden pendakian di Gunung Rinjani yang cukup sering terjadi, memunculkan perhatian terhadap keselamatan para pendaki dan prosedur evakuasi di kawasan tersebut.
Pihak keluarga dan masyarakat berharap insiden ini menjadi perhatian untuk peningkatan keamanan dan kesiapsiagaan dalam mendaki gunung tertinggi di Lombok tersebut.
- Penulis: mediagramindo


