Terkesan Diproduksi Bebas di Malaysia, Pengiriman Sabu 1,5 Kg Asal Malaysia Gagal
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
- visibility 92
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,5 kilogram dari Malaysia ke Indonesia berhasil digagalkan oleh petugas Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) TBA. Kasus ini terungkap setelah kapal kayu yang diduga digunakan untuk menyelundupkan barang haram tersebut berhasil dihentikan di perairan Muara Sungai Asahan, Sumatera Utara, Kamis (22/05).
Menurut keterangan Danlanal TBA, Letkol Laut Agung Dwi, seorang pria berinisial T, 41 tahun, warga Jawa Timur, berhasil ditangkap dalam operasi tersebut. Sementara nakhoda kapal yang mengemudikan kapal kayu tersebut berhasil melarikan diri ke hutan bakau saat upaya penangkapan berlangsung.
“Pengendali kapal yang mengendalikan pengiriman sabu ini melalui pesan WhatsApp dari Kuala Lumpur, Malaysia. T dikendalikan oleh seseorang berinisial R, dan dia dijanjikan upah sebesar Rp50 juta jika berhasil mengirimkan barang tersebut,” ujar Letkol Agung, Kamis (22/5/2025).
Proses penangkapan berlangsung cukup dramatis. Petugas yang melakukan penggerebekan sempat melepaskan tembakan ke arah kapal, namun kapal justru semakin cepat melaju ke arah pantai. Sebelum kapal merapat ke darat, nakhoda yang diketahui melompat dan menghilang ke dalam hutan bakau.
Tersangka T mengaku baru pertama kali terlibat dalam pengiriman narkoba tersebut. Ia menyebutkan bahwa sabu yang akan dikirimkan tersebut bernilai sekitar Rp2,259 miliar.
Selain sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, termasuk ponsel dan pengisi daya, tas ransel, uang tunai ratusan ribu rupiah, serta sejumlah Ringgit Malaysia yang diduga digunakan dalam transaksi.
Kasus ini sedang dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian dan TNI AL untuk mengusut jaringan penyelundupan yang terhubung dengan kelompok internasional ini. Hingga saat ini, proses pencarian nakhoda kapal yang melarikan diri masih terus dilakukan.
- Penulis: mediagramindo


