Puluhan Ribu Pekerja Otomotif di Eropa Diminta Tinggalkan Pekerjaannya, Ini Sebabnya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
- visibility 713
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WOLFSBURG – Volkswagen (VW), produsen otomotif terbesar di Eropa, mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan sekitar 20.000 karyawannya untuk meninggalkan perusahaan secara sukarela pada tahun 2030.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam melakukan restrukturisasi operasional di Jerman, guna menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis.
Menurut laporan CBT News pada Rabu (4/6), pengumuman ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan para pekerja di Wolfsburg. Gunnar Kilian, Kepala Sumber Daya Manusia VW dan anggota Dewan Direksi, menyatakan bahwa proses transformasi perusahaan terus berjalan dan sudah menunjukkan kemajuan, terutama dalam hal pengurangan biaya di pabrik Wolfsburg dan lokasi lain di Jerman.
“Kami telah mencapai kemajuan yang terukur dalam pengelolaan biaya dan melakukan pengurangan tenaga kerja secara sosial bertanggung jawab di enam lokasi di Jerman,” ujar Kilian.
Ia menambahkan bahwa pengurangan tenaga kerja ini juga sejalan dengan kesepakatan yang dicapai pada Desember 2023, yang mencakup pengurangan kapasitas produksi hingga lebih dari 700.000 unit dan pengurangan jumlah karyawan hingga 35.000 orang pada akhir dekade ini.
Sebagian besar dari rencana tersebut telah dilaksanakan melalui program pensiun dini dan pesangon sukarela, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban biaya secara signifikan.
Di sisi lain, CFO Volkswagen, David Powels, menyampaikan bahwa perusahaan menghadapi tekanan keuangan dari berbagai aspek, termasuk investasi modal yang berlebihan, hasil yang belum memuaskan dari kendaraan listrik, dan titik impas yang masih terlalu tinggi untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
Selain VW, merek-merek lain dalam grup seperti Audi dan Porsche juga melakukan langkah serupa dengan melakukan PHK sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya struktural dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sebagai produsen mobil terbesar di Eropa, Volkswagen berupaya merampingkan jejak manufaktur tradisionalnya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika pasar global.
Langkah restrukturisasi ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan sekaligus mendukung transisi ke mobilitas listrik, agar tetap kompetitif menghadapi munculnya produsen kendaraan listrik dari China dan pesaing global lainnya.
Dengan langkah ini, Volkswagen menegaskan komitmennya dalam beradaptasi terhadap tantangan industri otomotif dan menjaga pangsa pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.
- Penulis: mediagramindo


