Menteri Pariwisata Viral Isu Air Galon, Apa Kata Warganet
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
- visibility 132
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagram – Isu terkait Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Wardhana, yang dikabarkan meminta air galon untuk mandi saat kunjungan ke daerah mulai mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Rumor ini berawal dari curhatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengaku pernah berinteraksi langsung dengan Menpar Widiyanti.
Dalam unggahan di media sosial, ASN tersebut menyampaikan bahwa menteri yang dikenal aktif mempromosikan keindahan Indonesia itu pernah meminta air galon saat berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
“Gosip dari staf beliau, kalau beliau ke pelosok seperti Bajo, beliau minta disiapkan air galon buat mandi,” tulis warganet yang dikutip dari akun Instagram @wakandatalks pada Minggu (21/09).
Curhatan ini kemudian viral dan menimbulkan berbagai komentar dari masyarakat.
Tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa, sejumlah tokoh publik juga turut angkat bicara.
Salah satunya adalah aktris terkenal Prilly Latuconsina yang turut memberikan komentar terkait kontroversi tersebut.
Ia menyampaikan sindiran tajam sekaligus mengingatkan pentingnya keterlibatan langsung seorang pejabat dalam memahami potensi wisata di Indonesia.
Prilly menulis, “Bu Menteri, pernah nggak sih ngerasain langsung serunya nyemplung di danau, trekking hutan, atau diving bareng peneliti karang? Soalnya pariwisata itu bukan cuma soal data dan laporan, tapi soal rasa dan pengalaman. Biar tahu rasanya jadi traveler di negeri sendiri, bukan sekadar pemaparan di podium dan promosinya cuma jadi jargon.”
Kontroversi ini menimbulkan beragam reaksi di kalangan masyarakat dan penggiat pariwisata. Banyak yang menilai hal tersebut menjadi refleksi pentingnya keterlibatan langsung pejabat dalam memahami kondisi lapangan, bukan hanya melalui laporan dan data semata.
Hingga saat ini, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar yang beredar.
Namun, kejadian ini menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan komunikasi antara pejabat dan masyarakat, khususnya dalam upaya mempromosikan pariwisata Indonesia secara autentik dan humanis.
- Penulis: mediagramindo


