Sahabat Amerika Serikat Tolak Berikan Dukungan dalam Penanganan Penutupan Selat Hormuz
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 356
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global, mengingat sekitar 20 persen minyak dunia diekspor melalui jalur ini.
Beberapa negara penghasil minyak utama, seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, mengandalkan Selat Hormuz untuk ekspor minyak mentah mereka, terutama ke kawasan Asia.
Selain itu, Qatar, salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia, juga mengirimkan hampir seluruh LNG-nya melalui jalur ini.
Di tengah ketegangan tersebut, produsen minyak dari OPEC seperti Arab Saudi dan UEA telah meningkatkan ekspor minyak mereka dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.
Kendati tekanan dari Washington semakin meningkat, sikap hati-hati dari negara-negara sekutu ini menunjukkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap perekonomian dunia.
Keputusan mereka untuk tidak segera mengirimkan kapal perang menimbulkan pertanyaan mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi situasi yang semakin memanas ini.
- Penulis: Admin


