“Jakarta Future Festival” Libatkan Generasi Muda dan Warga dalam Perencanaan Kota
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
- visibility 94
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Beragam kegiatan dan hiburan akan mewarnai “Jakarta Future Festival” (JFF) yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni 2025, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta.
Festival ini diisi dengan penampilan dari sederet penyanyi ternama, seperti JKT48, Efek Rumah Kaca, Candra Darusman, Warna, d’Masiv, serta penampilan dari Gubernur Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Riset dan Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Arimbi Putik Apsari, mengatakan JFF 2025 merupakan wadah terbuka bagi masyarakat, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, untuk berkontribusi aktif dalam merumuskan arah pembangunan Jakarta.
“Pengunjung dapat mengenal lebih jauh dokumen perencanaan Jakarta menuju kota global, dengan target masuk Top 50 pada 2030 dan Top 20 pada 2045,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/06).
Menurut Arimbi, festival ini juga menjadi momentum penting dalam menyambut perayaan 500 tahun Jakarta dan bagian dari upaya menjadikan kota ini salah satu dari 20 kota global terdepan di dunia.
Beragam program interaktif dan hiburan akan disuguhkan, seperti diskusi, pertunjukan seni dan musik dari Jakarta Moving, Sore, Fajar Idol, dan Sabrina. Selain itu, hadir pula pasar kreatif, instalasi seni, serta berbagai aktivasi komunitas.
“Tentu akan ada seni kontemporer, pertunjukan musik, dan nyanyian dari artis-artis populer, serta berbagai ide brilian yang akan diwujudkan di kota tercinta ini,” tambah Arimbi.
Deputy Director Karsa City Lab, William Reynolds, menyatakan JFF 2025 hadir sebagai respons atas tiga momentum strategis, yaitu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta 2025-2030, perayaan ulang tahun ke-500 Jakarta, dan rencana menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 20 “Global Cities” dunia.
“Tema ‘Collaborate to Elevate’ kami angkat sebagai ajakan terbuka kepada semua pihak untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan kota,” ungkap William.
Ia menambahkan, lebih dari 300 kolaborator, 203 narasumber, dan 11 pembicara internasional akan hadir membahas 50 topik diskusi dan melakukan 40 aktivasi komunitas selama festival berlangsung.
Tak ketinggalan, sejumlah gubernur Jakarta periode sebelumnya, seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan, turut hadir sebagai bentuk refleksi dan kontribusi lintas era pembangunan kota.
Hari pertama acara akan dibuka dengan diskusi bersama tokoh-tokoh nasional dan internasional, termasuk Gita Wirjawan dari Endgame, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Aireen Omar, dan Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, membahas masa depan Jakarta. Selain itu, bakal hadir diskusi dari berbagai tokoh seperti Hadi Ismanto, Hana Al-Rashid, Andhyta F. Utami, serta akademisi dari berbagai universitas.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivasi komunitas, seperti belajar bahasa isyarat, membaca buku dalam suasana sunyi (“silent book reading”), walking tour, dan bedah lagu Jakarta bersama Lade Manino. Interaksi langsung dengan peta kota interaktif juga akan memudahkan warga menyampaikan ide dan aspirasi terkait pengembangan wilayah Jakarta.
Acara ini sepenuhnya gratis dan terbuka untuk umum. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi jakartafuturefestival.com. Dengan segala rangkaian kegiatan dan partisipasi masyarakat, JFF diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Jakarta sebagai kota maju dan inklusif.
- Penulis: mediagramindo


