KPID Jakarta Siap Audit Izin Siaran Trans7 Terkait Kasus Konten Santri dan Pesantren
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- visibility 113
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan audit menyeluruh terhadap izin siaran Trans7. Langkah ini diambil menyusul rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna memastikan lembaga penyiaran tersebut mematuhi regulasi penyiaran terkait tayangan yang membahas santri, kiai, dan pesantren, yang menuai kontroversi beberapa waktu lalu.
Ketua KPID Jakarta, Rizky Wahyuni, menyampaikan bahwa audit izin siaran merupakan langkah penting untuk memastikan keberadaan sistem pengawasan internal yang efektif di lembaga penyiaran.
Menurutnya, audit ini bukan sekadar memenuhi syarat administratif, melainkan sebagai momentum bagi industri penyiaran untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap standar etika dan norma yang berlaku.
“Audit izin siaran penting dilakukan agar lembaga penyiaran memiliki sistem pengawasan yang efektif, bukan sekadar memenuhi syarat administratif. Ini momentum bagi industri untuk berbenah. Kami siap melaksanakan itu,” ujar Rizky Wahyuni di Jakarta, Jumat (17/10).
KPID DKI Jakarta juga mencatat bahwa Trans7 bukan kali pertama melakukan pelanggaran isi siaran. Dalam kurun waktu 2022 hingga 2024, stasiun televisi tersebut telah menerima sejumlah sanksi administratif terkait pelanggaran norma kesopanan dan perlindungan anak.
Hal ini menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat agar konten yang disiarkan tidak melanggar ketentuan dan norma yang berlaku.
Langkah audit ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dan korektif untuk meningkatkan kualitas siaran dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyiaran di Indonesia.
KPID DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh lembaga penyiaran mematuhi aturan yang ada demi terciptanya ruang informasi dan hiburan yang sehat dan bertanggung jawab.
Sebelumnya Program Trans7 Xpose Uncensored, menayangkan segmen yang menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur serta kiai dari pondok pesantren tersebut, Kiai Haji Anwar Manshur.
Dimana isi melecehkan kiai serta lembaga pendidikan pondok pesantren secara keseluruhan yang ada di Indonesia. Penyajian kontennya dianggap memojokkan kehidupan para santri sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman masyarakat.
“Ketemu kiai nya masih ngesot dan cium tangan. Dan ternyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop. Netizen curiga bahwa bisa jadi inilah kenapa sebagian kiai makin kaya raya,” ucap narator dari tayangan tersebut.
- Penulis: mediagramindo


