Sembunyi Diatas Atap, Pelaku Sodomi Dicampakkan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 23 Jun 2025
- visibility 97
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasi – Sebuah insiden pelecehan yang terjadi di Kampung Pelukan, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial.
Pelaku diduga melakukan pelecehan terhadap seorang anak berusia 9 tahun dan melarikan diri ke atap rumah sebelum akhirnya diamankan oleh warga setempat pada hari Minggu malam (22/06).
Menurut keterangan Ketua RT 02/02 Wiwin, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah ruko yang berada di depan rumahnya.
Wiwin menjelaskan bahwa awalnya pelaku mengiming-imingi uang kepada anak korban. Saat diketahui anak korban bahwa pelaku telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan temannya, warga yang mengetahui kejadian langsung marah dan berusaha menangkap pelaku.
“Awalnya anak korban diiming-imingi uang oleh pelaku. Setelah tahu bahwa temannya telah diperlakukan tidak pantas, warga menjadi sangat marah dan berusaha menangkap pelaku,” ujar Wiwin kepada wartawan.
Dalam upaya penangkapan tersebut, pelaku sempat melarikan diri ke atap rumah, namun massa yang semakin banyak tidak membiarkan pelaku melarikan diri.
Warga yang merasa kesal kemudian melempar pelaku dari atap dan menjadi bulan-bulanan massa. Kejadian ini mengakibatkan pelaku terluka dan kemudian diserahkan ke pihak berwajib.
Menanggapi situasi tersebut, Wiwin segera menghubungi Babinsa Desa Karang Rahayu, Budi Nugraha, agar pelaku diamankan dan tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Sekitar pukul 21.30 WIB, Budi Nugraha langsung menuju lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dari amukan massa.
“Begitu saya sampai di TKP, massa semakin banyak dan mulai marah. Saya segera membekap pelaku agar tidak terbakar emosi massa dan membawanya ke mobil patroli,” kata Budi Nugraha. Ia menambahkan bahwa dalam proses pengamanan, dirinya sempat mengalami luka akibat pukulan dan pentungan dari massa.
“Alhamdulillah, saya selamat dan pelaku berhasil diamankan. Kalau tidak, saya takut nyawa saya bisa terancam,” ucap Budi Nugraha. Ia menegaskan bahwa setelah proses pengamanan selesai, pelaku diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat dan menjadi perhatian serius terkait perlindungan anak serta penegakan hukum terhadap pelaku pelecehan. Polisi mengingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwajib.
- Penulis: mediagramindo


