Rita Butar Butar Jadi Perbincangan Usai Salah Lirik Saat Nyanyikan Indonesia Raya di Pembukaan Piala Presiden 2025
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 7 Jul 2025
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Penyanyi senior Rita Butar Butar kembali menjadi sorotan publik setelah tampil membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kesalahan lirik saat acara pembukaan Piala Presiden 2025 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu 06 Juli 2025.
Dalam penampilannya, Rita yang dikenal sebagai salah satu legenda musik Batak dan lagu religi Kristen itu seharusnya menyanyikan bagian lirik “Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.” Namun, yang terdengar di panggung justru berbeda; Rita menyanyikan “Marilah kita berseru, Indonesia merdeka,” yang menuai kritik dari netizen dan masyarakat luas.
Momen tersebut langsung menjadi perhatian karena lagu Indonesia Raya merupakan simbol nasional yang sakral dan harus dihafal serta dilafalkan dengan benar oleh seluruh warga negara Indonesia, terutama saat acara resmi dan bersejarah seperti pembukaan Piala Presiden.
Meskipun kesalahan tersebut dianggap manusiawi dan wajar terjadi, banyak netizen merasa kecewa dan menyayangkan ketidakhadiran fokus dari seorang penyanyi yang sudah berpengalaman. Kritik pun mengalir, menyoroti pentingnya penghormatan terhadap lagu kebangsaan dan kesiapan para pengisi acara dalam menyanyikannya.
Perbandingan pun muncul antara Rita Butar Butar dan penyanyi lain seperti Rossa yang pernah tampil membawakan lagu kebangsaan secara sempurna di berbagai acara nasional.
Meskipun tidak ada informasi lengkap mengenai latar belakang pendidikan Rita Butar Butar, kiprahnya di industri musik Indonesia sejak 1983 hingga kini menjadikannya sosok yang dihormati di dunia musik Tanah Air.
Mengutip dari Kompasiana oleh Mutia Ramadhani, kesalahan kecil dalam menyanyikan lagu nasional dianggap lebih dari sekadar kekeliruan lisan. Mutia menyampaikan bahwa “Ini bukan sekadar salah kata. Ini lagu kebangsaan, simbol negara, lambang kehormatan, dan cermin jati diri bangsa. Salah melafalkan satu lirik saja bisa diartikan sebagai ketidaksiapan, kelalaian, bahkan bentuk ketidakhormatan meskipun tidak disengaja.” Senin (07/07).
Lebih jauh, Mutia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi cerminan dari kondisi masyarakat yang mulai melupakan hal-hal mendasar dalam berbangsa, termasuk hafal dan menghormati lagu kebangsaan sendiri. Ia berharap kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat dan penyelenggara acara lebih memperhatikan aspek penghormatan terhadap simbol-simbol negara di masa mendatang.
Hingga berita ini dirilis, Rita Butar Butar belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat dan berbagai kalangan diharapkan tetap menghormati proses pembelajaran dan pengingat pentingnya menjaga kehormatan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
- Penulis: mediagramindo


