Rapat Penetapan Pagu Indikatif APBN TA 2026 di Gedung DPR Berlangsung Semarak
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Ruang Komisi V DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, saat Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengetuk palu sidang menandai berakhirnya rapat penetapan Pagu Indikatif Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2026. Suasana riuh tepuk tangan pun mengiringi momentum tersebut dari seluruh peserta rapat yang hadir.
Rapat penting ini dihadiri oleh para Menteri dan Wakil Menteri dari sejumlah kementerian terkait, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Turut hadir pula Kepala BMKG dan Kepala Basarnas dalam rangka menyusun langkah strategis menyongsong pembangunan nasional tahun mendatang.
Dalam rapat yang digelar mulai pukul 15.21 WIB ini, pimpinan sidang membacakan satu per satu pagu indikatif yang telah disepakati untuk masing-masing kementerian dan lembaga. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa pagu indikatif Kementrans mencapai sebesar Rp1.902.040.784.000 dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp2.231.131.178.000. Ia menegaskan bahwa masih terdapat backlog atau selisih anggaran yang harus diperjuangkan bersama agar program-program prioritas nasional dan berbasis masyarakat dapat terlaksana optimal.
“Pasti semua kementerian dan lembaga memiliki backlog, sehingga dalam rapat ini disepakati bahwa Komisi V dan mitra akan berupaya meningkatkan anggaran demi membiayai program-program strategis tersebut,” ujar Viva Yoga Mauladi, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis (10/07).
Selain itu, dalam rapat tersebut disepakati pula adanya sinkronisasi anggaran berdasarkan fungsi dan program dalam RAPBN TA 2026 sesuai saran, masukan, dan usulan dari Komisi V DPR. Menurut Viva Yoga, langkah ini dilakukan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran di semua kementerian dan lembaga.
Pria asal Lamongan, Jawa Timur tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan pagu indikatif yang cukup signifikan. Ia menegaskan bahwa anggaran yang disepakati akan dimanfaatkan secara maksimal sesuai target dan sasaran program kementerian yang dipimpinnya. Program unggulan dari Kementrans antara lain lima inisiatif 5T, yaitu Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Tuntas, Trans Gotong Royong, dan Trans Karya Nusa. Program-program ini merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Semua akan kami pertanggungjawabkan dan maksimalkan penggunaannya,” tegas Viva Yoga, yang menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara legislatif dan eksekutif sangat penting untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Rapat penetapan pagu indikatif ini diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk mewujudkan program-program prioritas nasional yang mampu mensejahterakan masyarakat dan memperkuat infrastruktur Indonesia di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


