Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » TikTok Aplikasi Trend Wisata Seks di Jepang

TikTok Aplikasi Trend Wisata Seks di Jepang

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jepang – Wisata seks di Jepang semakin marak gara-gara sejumlah video viral di TikTok. Turis dari berbagai negara menyewa pekerja seks komersial (PSK) Jepang yang menjajakan diri di Taman Okubo, Tokyo.

AFP melaporkan sejumlah perempuan berjejer di Taman Okubo dekat Kabukicho, bioskop yang terkenal karena dihiasi kepala Godzilla. Mereka menawarkan seks berbayar kepada turis.

“Tidak ada data resmi, kecuali bukti anekdotal yang dikumpulkan AFP menunjukkan pertambahan jumlah laki-laki asing yang berbondong-bondong mendatangi area itu setelah menonton video di media sosial,” dikutip dari AFP, Minggu (20/4).

Pengetahuan turis asing tentang wisata seks di Okubo dipicu beberapa video di TikTok dan Bilibili. Video-video itu menampilkan dibuat konsensus, terkadang disiarkan langsung, dan beberapa ditonton ratusan ribu orang.

Para pelanggan wisatawan seks rata-rata berasal dari Korea Selatan, China, dan Taiwan. Ada pula yang berasal dari Amerika Utara dan Eropa.

“Karena mereka tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang, mereka menulis, ‘Berapa?’ di ponsel mereka,” menggunakan alat penerjemah, kata Ria, PSK yang tak mau disebutkan namanya.

Ria mengatakan para PSK di Okubo beroperasi sendiri-sendiri tanpa muncikari. Mereka biasanya membawa pelanggan ke hotel cinta terdekat.

Para perempuan Jepang itu menawarkan seks dengan harga 15 ribu hingga 30 ribu yen Rp1,8 juta hingga Rp3,6 juta. Namun, kondisi membuat mereka terus menekan harga sewa.

Ria mengungkap para PSK Jepang lebih memilih turis asing karena daya beli pria-pria Jepang terus menurun.

“Orang asing biasanya enggak negosiasi harga dan biasanya akan memberikan uang lebih banyak,” ucap Ria.

Azu, perempuan berusia 19 tahun, juga menyampaikan hal senada. Dia bisa mematok harga lebih mahal jika melayani seks turis asing.

“Skenario terbaik, aku bisa meminta 20 ribu yen (Rp2,4 juta) per orang per jam dengan sebuah kondom,” ujar Azu.

Alasan lainnya PSK Jepang lebih memilih turis asing adalah polisi. Mereka takut bila pelanggan mereka ternyata polisi yang sedang menyamar.

“Lebih aman memilih pelanggan asing daripada orang Kepang karena setidaknya kami tahu mereka bukan polisi berbaju preman,” ujar Ria.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor LKS Deli Serdang 2026 Pemkab Perkuat Pengawasan Panti Sosial Tanpa Izin

    Rakor LKS Deli Serdang 2026 Pemkab Perkuat Pengawasan Panti Sosial Tanpa Izin

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat penataan, pembinaan, dan pengawasan terhadap *Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)* yang belum memiliki tanda daftar dan izin operasional. Langkah ini diambil untuk menjamin perlindungan anak dan tertib administrasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial di wilayah Deli Serdang. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penataan, Pembinaan dan Penerbitan LKS yang dipimpin […]

  • Sertijab dan Pisah Sambut Karutan Kelas I Medan

    Sertijab dan Pisah Sambut Karutan Kelas I Medan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Medan – Tongkat kepemimpinan resmi berganti, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan Kanwil Ditjenpas Sumut menggelar serah terima jabatan (Sertijab) dan pisah sambut kepala rutan dari pejabat lama Alanta Imanuel Ketaren kepada pejabat yang baru Andi Surya. Selasa (25/2). Acara ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Aula Sahardjo Rutan Kelas I Medan dan dihadiri […]

  • Dosen UNPAB Ungkap Ketimpangan Gaji dan Beban Kerja

    Dosen UNPAB Ungkap Ketimpangan Gaji dan Beban Kerja

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Medan – Seorang dosen Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) bernama Niko Surya Atmaja mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan penggajian yang diterapkan oleh pihak universitas. Dalam pengakuannya, Niko merasa dirugikan dengan pemangkasan gaji pokok dosen tetap dan beban kerja yang tidak seimbang dengan penghasilan yang diterima. Niko memulai karirnya di UNPAB pada April 2021 dan mengalami kenaikan […]

  • Oknum Polwan Polres Blitar Kota Jadi Tersangka Kasus Dugaan Perzinaan di Batu

    Oknum Polwan Polres Blitar Kota Jadi Tersangka Kasus Dugaan Perzinaan di Batu

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 191
    • 0Komentar

    BLITAR – Seorang oknum anggota Polwan dari Polres Blitar Kota berinisial SNR (31) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perzinaan. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah petugas Satreskrim Polres Batu menemukan bukti yang cukup kuat terkait tindak pidana tersebut. Kasus ini mencuat setelah tersangka tertangkap basah berselingkuh dengan anggota DPRD Blitar berinisial GP di sebuah […]

  • Baliho Milik Pengusaha Ilegal Ditertibkan Pj Gubernur dan Aparat Gabungan

    Baliho Milik Pengusaha Ilegal Ditertibkan Pj Gubernur dan Aparat Gabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MEDAN – Gabungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Medan melakukan penertiban baliho dan spanduk tidak berizin yang mengganggu estetika di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumut  Agus Fatoni pada Kamis (12/12/2024). Fatoni mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya […]

  • Mensos: Kemiskinan adalah tantangan peradaban, Perkuat fondasi keadilan sosial

    Mensos: Kemiskinan adalah tantangan peradaban, Perkuat fondasi keadilan sosial

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan kemiskinan bukan sekadar soal angka dan ekonomi, tetapi merupakan tantangan peradaban. “Kemiskinan bukan sekadar masalah angka juga bukan sekadar ekonomi. Kemiskinan adalah tantangan peradaban. Mengatasi kemiskinan berarti menyelamatkan masa depan bangsa, memperkuat fondasi keadilan sosial, dan menunaikan amanah konstitusi,” kata Mensos dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin […]

expand_less