Viral di Media Sosial, Seorang Gadis Usia 14 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan di Tempat Kerja di Mentawai
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
- visibility 127
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mentawai – Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan berusia 14 tahun dengan wajah biru di sekitar mata dan pelipisnya viral di media sosial, menimbulkan keprihatinan dan desakan agar aparat berwenang segera bertindak, Kamis (19/06).
Dalam video tersebut, anak perempuan yang dengan baju pink ini tampak sedang ditanyai oleh seorang pria mengenai kekerasan yang dialaminya di tempat kerjanya di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
Dalam percakapan tersebut, anak perempuan tersebut mengungkapkan bahwa selama bekerja di tempat tersebut, dia sering menerima kekerasan fisik sebagai hukuman atas kesalahan yang dibuatnya.
Ia menyebutkan bahwa pukulan yang diterimanya tidak hanya di bagian muka, tetapi juga di kaki dan bahu, tergantung dari kesalahan yang dilakukan. Ia pun tampak pasrah dan tidak menangis saat diinterogasi, menunjukkan kondisi mental dan fisik yang cukup terguncang.
Pengakuan anak tersebut diunggah melalui Facebook oleh Gozay Kornelius, yang kemudian memicu beragam komentar dari masyarakat yang menyesalkan kejadian tersebut dan mendesak pihak berwajib, termasuk Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Mentawai dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pelaku kekerasan.
Diketahui, Kades Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Mentawai, yang disebut dalam unggahan tersebut, turut menjadi perhatian masyarakat. Hingga saat ini, pihak Polresta Mentawai yang dihubungi melalui pesan langsung di akun Instagram mereka, belum memberikan respons terkait dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut.
Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan perlindungan kepada anak-anak yang menjadi korban kekerasan di tempat kerja maupun lingkungan sekitar mereka.
Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perlindungan Masyarakat Sumatera Barat dan KPAI diharapkan segera turun tangan untuk memastikan keadilan dan perlindungan terhadap anak tersebut.
- Penulis: mediagramindo


