Ratusan Geng Narkoba Tewas di Rio de Janeiro
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
- visibility 81
- print Cetak

Berantas geng Narkoba di Rio de Janeiro Brazil, Ratusan Orang Tewas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rio de Janeiro – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan kejutan dan keprihatinannya setelah mengetahui jumlah korban jiwa yang terjadi dalam penggerebekan besar-besaran terhadap geng narkoba di Rio de Janeiro.
Insiden tersebut menewaskan total 132 orang, yang sebagian besar merupakan anggota geng yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang tertua dan terkuat di wilayah tersebut.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (28/10), ketika aparat kepolisian melakukan operasi besar untuk memberantas jaringan narkoba yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurut keterangan Menteri Kehakiman Brasil, pemerintah federal mengaku tidak diberi tahu sebelumnya mengenai rencana operasi ini, menimbulkan keprihatinan terkait koordinasi dan transparansi dalam penanganan kasus kejahatan berskala besar.
Setelah peristiwa berlangsung, warga setempat tampak membanjiri jalanan dengan jenazah-jenazah yang dijajar, sebagai bentuk protes dan ungkapan duka cita atas tragedi yang menimpa komunitas mereka.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai metode operasi dan penggunaan kekuatan dalam penegakan hukum di wilayah yang rawan kekerasan tersebut.
Presiden Lula, melalui pernyataan resmi, menyampaikan rasa keprihatinan mendalam dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap proses operasional yang dilakukan, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait demi mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.
Sementara itu, masyarakat dan organisasi hak asasi manusia menyerukan adanya penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini, termasuk memastikan bahwa prosedur hak asasi manusia dihormati selama operasi berlangsung.
Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pemerintah Brasil dalam memberantas kejahatan terorganisir, sekaligus memperlihatkan perlunya reformasi dalam sistem penegakan hukum dan penanganan konflik di kawasan rawan kekerasan.
- Penulis: mediagramindo


