Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Tanjungbalai Dipijak Kompol DK, CCTV Saksinya

Warga Tanjungbalai Dipijak Kompol DK, CCTV Saksinya

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Ratusan Warga Tanjungbalai Unjuk Rasa, Serukan Pecat Kompol DK, Jumat (25/7/2025). Kompol DK ini merupakan Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumut yang menangkap dan menahan Rahmadi, warga Kota Tanjungbalai atas kepemilikan 10 gram narkotika jenis sabu-sabu

Padahal, berdasarkan fakta-fakta yang ada, 10 gram sabu itu bukan milik Rahmadi. Tetapi milik tersangka lain yang diduga sengaja diletakkan petugas di dalam mobil Rahmadi untuk menjerat warga Kota Tanjungbalai itu.

Sementara berdasarkan pengakuan Rahmadi, saat itu matanya ditutup lakban oleh petugas yang menangkapnya.

Bahkan, saat penangkapan dalam toko pakaian di Kota Tanjungbalai pada Maret 2025 lalu, Tim Ditresnarkoba Polda Sumut yang dipimpin Kompol DK diduga kuat menganiaya Rahmadi.

Kamera pengawas pun merekam aksi penganiayaan terhadap Rahmadi itu. Sehingga, rekaman kamera pengawas di lokasi penangkapan itu viral di sejumlah platform media sosial.

Itulah sebabnya warga Kota Tanjungbalai yang menilai Rahmadi adalah korban krimin^lisasi Kanit.

Kompol DK ini merupakan Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumut yang menangkap dan menahan Rahmadi, warga Kota Tanjungbalai atas kepemilikan 10 gram narkotika jenis sabu-sabu.

Padahal, berdasarkan fakta-fakta yang ada, 10 gram sabu-sabu itu bukan milik Rahmadi.

Tetapi milik tersangka lain yang diduga sengaja diletakkan petugas di dalam mobil Rahmadi untuk menjerat warga Kota Tanjungbalai itu.

Sementara berdasarkan pengakuan Rahmadi, saat itu matanya ditutup lakban oleh petugas yang menangkapnya.

Bahkan ironisnya, saat penangkapan dalam toko pakaian di Kota Tanjungbalai pada Maret 2025 lalu, Tim Ditresnarkoba Polda Sumut yang dipimpin Kompol DK diduga kuat menganiaya Rahmadi.

Kamera pengawas pun merekam aksi penganiayaan terhadap Rahmadi itu.

Sehingga, rekaman kamera pengawas di lokasi penangkapan itu viral di sejumlah platform media sosial.

Itulah sebabnya warga Kota Tanjungbalai yang menilai Rahmadi adalah korban kriminalisasi Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumut menggelar aksi di markas Polda Sumut.

Massa aksi yang didominasi kaum ibu itu membentang spanduk seruan Presiden Prabowo untuk memerintahkan Kapolri agar memecat Kompol DK karena dinilai telah mengkriminalisasi Rahmadi.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung, massa juga melakukan aksi tactical pocong yang menandakan matinya keadilan.

Tidak sampai di situ, spanduk yang menyerupai papan bunga bertuliskan kecaman dan harapan kepada Kapolri dan Presiden Prabowo untuk menindak bahkan memecat Kompol DK terpampang di dapan markas Polda Sumut.

Kendati demikian, Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto belum memberikan komentar terkait aksi tersebut.

“Aksi kita hari ini adalah menuntut keadilan di mana kita telah melaporkan tindakan arogansi Kompol DK yang telah melakukan penganiayaan terhadap klien kita Ketika melakukan penangkapan dan dituduh memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 gram,” ujar Kuasa Hukum Rahmadi, Suhandri Umar Tarigan didampingi keluarga dan masayarakat Tanjungbalai yang menggelar aksi di Polda Sumut.

Lebih lanjut Umar menjelaskan, tindakan arogansi yang tidak sesuai standard operasional prosedur (SOP) itu sudah dilaporkan ke Bidpropam.

“Di Bidpropam laporan kita terkait Kompol DK telah diproses dan pekan lalu sudah dilakukan gelar. Akan tetapi, kita sangat kecewa, di mana Kompol DK tidak hadir dalam gelar perkara tersebut. Padahal, kantor dia (Kompol DK) hanya sebatas dinding dengan Bidpropam Polda Sumut,” jelasnya.

Selain ke Bidpropam, tegas Umar, pihaknya juga melaporkan Kompol DK ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Rahmadi.

“Akan tetapi, laporan kita terkait penganiayaan itu masih jalan di tempat. Namun, tadi kita sudah konfirmasi ke Ditreskrimum agar segera dilakukan penyelidikan terhadap Kompol DK. Di mana kita merasa tidak ada kekebalan di institusi polri. Yang salah harus dihukum,” tegas Umar.

Artinya, Umar menerangkan, selaku penasehat hukum, ia sangat cinta dan sangat menghargai institusi polri. Karena menurutnya, dengan tidak adanya polri, kita tidak akan nyaman.

“Tetapi dengan adanya oknum seperti ini (Kompol DK) yang nakal seperti ini, maka ini akan merusak institusi polri yang kita cintai ini,” terang Umar.

Ketika ditanya harapannya terhadap kasus ini, Umar menyebutkan bahwa ada titik terang.

“Tadi kita bertemu dengan personel Ditreskrimum ada juga dari Ditresnarkoba dan Bidpropam. Dan paparan kita tadi diterima dengan baik,” sebutnya.

Masih dikatakan Umar, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dalam pertemuan tadi mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap Rahmadi di Lapas Tanjungbalai.

“Hari Senin pekan depan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut mengatakan akan berangkat ke Lapas Tanjungbalai untuk melakukan pemeriksaan terhadap klien kami Rahmadi. Demi kian juga dengan Bidpropam akan menyusul kemudian,” kata Umar.

Karena, terang Umar, setelah gelar perkara di Bidpropam kemarin, sudah naik dari lidik menjadi sidik status Kompol DK tersebut.

“Karena kekerasan dan penganiyaan yang dilakukan Kompol DK terhadap klien kita sebagaiamana video yang beredar, kita meminta etik Bidrpopam maupun Ditreskrimum memberikan hukuman semaksimalnya dan seberat-beratnya terhadap Kompol DK. Bahkan kita meminta dia di-PTDH,” terangnya.

Karena, kata Umar, oknum seperti Kompol DK ini bisa merusak citra polri yang kita cintai ini.

Berikut beberapa tulisan berisi kecaman dan harapan dalam spanduk mirip dengan papan bunga yang terpampang di halaman Polda Sumut :

Kapolri, Anda Telah Gagal dalam Membina Personel, Apakah Anda siap mundur Bila Kompol DK tak Ditindak..?

Kami Warga Tanjungbalai, Sumut, tidak Percaya bahwa Kapolri tak tahu Persoalan Kompol DK

Kapolri, Anda Harus Membuktikan bahwa Anda tidak Hanya Sekedar ‘Pajangan’ di kepolisian. Tindak Kompol DK

Kami Warga Tanjungbalai berharap Kapolri dapat lebih serius dalam menangani Persoalan Kompol DK Agar Slogan PRESISI Anda bukan Sekedar Pepesan Kosong

Kapolri, Anda telah kehilangan kepercayaan masyarakat. Tindak Kompol DK bila Anda ingin memulihkan kepercayaan itu

Pak Kapolri..!! Jangan Pertaruhkan Diri Anda demi Kompol DK

Jika Kompol DK tidak Segera Ditindak, Sama dengan Kapolri sedang ‘Menggantang Asap’ Lewat Slogan Presisinya.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Tanjungpura Didemo Masyarakat, Ini Sebabnya

    Polsek Tanjungpura Didemo Masyarakat, Ini Sebabnya

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Tanjungpura, Langkat – Sekelompok masyarakat dari Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, mendatangi Kantor Polsek Tanjungpura Jumat 26 Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat kepolisian setempat agar segera menindak tegas dugaan bandar narkoba yang beroperasi di wilayah tersebut. Aksi ini viral di media sosial setelah rekaman video dan komentar warga tersebar […]

  • Selamat Berjuang TimNas U-16 Bola Voli Putra

    Selamat Berjuang TimNas U-16 Bola Voli Putra

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Jakarta – Tim nasional bola basket putra Indonesia tiba di Filipina untuk mengikuti babak kualifikasi Piala Asia U-16 2025 yang digelar di Pampanga pada 24 hingga 30 Mei. Kedatangan ini menandai langkah awal Garuda Muda dalam usaha merebut tiket ke babak utama kompetisi bergengsi tersebut. Penanggung jawab timnas U-16 Indonesia, Njoo Lie Wen, menyampaikan bahwa […]

  • Petugas PLN Berhasil Gagalkan Pencurian Trafo Listrik di Kota Medan

    Petugas PLN Berhasil Gagalkan Pencurian Trafo Listrik di Kota Medan

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Medan – Peristiwa mencengangkan terjadi di jalan Brigjend Katamso, Kota Medan, ketika dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis metik dengan mengenakan helm proyek berusaha mencuri trafo listrik dari halaman dalam pagar milik warga, Senin (29/07). Dua pria yang berusaha mengelabui masyarakat seolah-olah mereka adalah petugas PLN yang sedang bekerja berpura-pura membawa kabel listrik […]

  • Berita Duka Tiga Balita Kakak Beradik Tewas Terpeleset ke Sumur di Tapanuli Selatan

    Berita Duka Tiga Balita Kakak Beradik Tewas Terpeleset ke Sumur di Tapanuli Selatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Tapsel – Peristiwa tragis menimpa keluarga Silaban di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Tiga balita kakak beradik, masing-masing Tiara, David, dan Veboola Silaban, tewas setelah terpeleset ke dalam sumur di sumur areal persawahan Desa Lumban Ratus Kecamatan Tano Tombangan Angkola. Kapolres Tapsel, AKBP Yasir Ahmadi, mengungkapkan bahwa […]

  • Banjir Lintas Timur Sumatera Palembang-Jambi, Dihimbau Melalui Lintas Tengah

    Banjir Lintas Timur Sumatera Palembang-Jambi, Dihimbau Melalui Lintas Tengah

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jambi – Jalur lintas Timur Sumatera dilanda banjir setinggi satu meter lebih, dihimbau kepada pengguna transportasi untuk mengunakan jalur lintas tengah melalui Sarolangun, (09/04). Himbauan untuk pengguna transportasi agar mengunakan jalur Tengah Sumatera akibat banjir di Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi banjir yang melanda jalur lintas Timur Palembang-Jambi […]

  • Australia Blokir Penguna Sosial Media Dibawah 16 Tahun

    Australia Blokir Penguna Sosial Media Dibawah 16 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Australia – Sejarah baru sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun mengakses media sosial. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi generasi muda dari berbagai risiko yang mengintai di dunia digital. Dikutip dari AFP, undang-undang terbaru yang baru saja disahkan oleh Senat ini mewajibkan platform media sosial seperti TikTok, […]

expand_less