Siap siap, Dana Desa 60 Triliun Sedangkan Koperasi Merah Putih 83 Triliun
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
- visibility 107
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pemerintah menyiapkan alokasi besar dalam RAPBN 2026 untuk memperkuat pembangunan desa dan koperasi. Dana Desa dijatah sebesar Rp 60 triliun, sedangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mendapatkan alokasi Rp 83 triliun.
Dalam konferensi pers mengenai RAPBN dan Nota Keuangan 2026, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pembangunan desa akan dilakukan melalui beragam jalur anggaran.
“Jadi, dalam hal ini, kami membangun desa itu melalui berbagai jalur atau anggaran,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (16/08).
Berbeda dengan Dana Desa, alokasi untuk KDMP akan disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Sri Mulyani menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari pemerintah, meski Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa koperasi akan menerima pinjaman dari Himbara.
“Dalam hal ini, Kementerian Keuangan akan menaruh dananya di Bank Himbara. Jadi, walaupun Presiden Prabowo Subianto mengatakan koperasi akan mendapatkan pinjaman dari Himbara, itu dananya berasal dari pemerintah,” jelas Sri Mulyani.
Tak hanya Dana Desa dan KDMP, RAPBN 2026 juga mencatat alokasi besar untuk mendukung ekonomi kerakyatan secara luas. Anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) direncanakan sebesar Rp 320 triliun, disertai subsidi bunga Rp 36,5 triliun. Selain itu, pembiayaan ultra Mikro (UMi) juga termasuk dalam prioritas, meskipun rinciannya masih dirinci lebih lanjut.
Kebijakan ini dianggap menujukan arah pemerintah untuk memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput melalui desa dan koperasi, dengan fokus pada akses pembiayaan dan dukungan fiskal bagi pelaku ekonomi kecil hingga ultra mikro.
- Penulis: mediagramindo


