Bank Sumut Luncurkan KUR BERKAH di Tapanuli Economic Forum 2026
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 427
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Pemulihan ekonomi kami dorong melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta penguatan sektor riil seperti pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok,” ujar Gus Irawan.

Ia juga meminta Bank Sumut dan BUMD berperan sebagai off-taker agar hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar. Bupati turut mengapresiasi inovasi QRIS Resto dari Bank Sumut yang dinilai meningkatkan transparansi dan efisiensi keuangan daerah.
Prospek Pertanian Tapsel Dinilai Sangat Sehat
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menyoroti sektor pertanian jagung di Tapanuli Selatan yang memiliki NPL hanya 0,04 persen.
“Ini menunjukkan kualitas kredit sektor pertanian di Tapanuli Selatan sangat sehat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sinergi bersama perbankan, termasuk Bank Sumut,” katanya.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menekankan pentingnya hilirisasi komoditas strategis seperti kopi dan CPO untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bernilai tambah.
Perkuat Ekosistem Ekonomi dari Hulu ke Hilir
Selain pembiayaan, Bank Sumut juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Tapanuli Selatan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, dan kelompok tani dalam program penyaluran KUR bagi petani jagung. Kesepakatan bersama juga ditandatangani untuk penguatan pengelolaan keuangan daerah dan percepatan program pembangunan berbasis digital.
- Penulis: Pipin


