Berita Duka Tiga Balita Kakak Beradik Tewas Terpeleset ke Sumur di Tapanuli Selatan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
- visibility 109
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel – Peristiwa tragis menimpa keluarga Silaban di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Tiga balita kakak beradik, masing-masing Tiara, David, dan Veboola Silaban, tewas setelah terpeleset ke dalam sumur di sumur areal persawahan Desa Lumban Ratus Kecamatan Tano Tombangan Angkola.
Kapolres Tapsel, AKBP Yasir Ahmadi, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung pada sore hari kemarin di sawah milik orang tua korban, di Desa Lumban Ratus, Kecamatan Tano Tombangan Angkola.
Ketiga anak tersebut, yang berusia antara 1 hingga 4 tahun, sedang bermain di dekat pondok sawah yang berdekatan dengan sumur kecil.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga anak tersebut berjalan ke arah sumur yang berada di pinggir sawah. Nahas, mereka terpeleset dan jatuh ke dalam sumur sedalam sekitar dua meter,” jelas Yasir, Sabtu (14/06).
Menurut keterangan warga dan kepala desa setempat, kejadian ini bermula saat orang tua korban, Hotdiman Silaban dan Derma Br. Sitompul, sedang bekerja di sawah.
Saat kejadian, Silaban dan boru Sitompul sedang bekerja di sawah. Sedangkan ketiga anak mereka ditinggalkan di pondok sawah dan tidak jauh dari sampingnya terdapat sumur kecil.
Tidak lama berselang salah satu orang tua mendatangi pondok dan tidak menemukan anak-anaknya, pencarian dilakukan di sekitar area tersebut.

Setelah mencari, orang tua menemukan ketiga anak mereka telah jatuh ke dalam sumur dan dalam kondisi tak bernyawa.
Evakuasi terhadap jenazah ketiga balita dilakukan segera dan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Kapolres menegaskan bahwa pihak berwenang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan tidak ada unsur kelalaian.
Kepala Desa Harean, Donni Hutagalung, menyatakan bahwa kejadian ini menimbulkan duka yang mendalam di masyarakat. Ia juga mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati, terutama dalam menjaga anak-anak saat berada di area persawahan maupun di rumah.
“Ini menjadi pelajaran berharga agar orangtua lebih waspada, terutama saat anak-anak bermain di dekat sumur atau lokasi berbahaya lainnya,” ujar Donni.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi keluarga korban masih dalam suasana duka dan proses pemakaman berlangsung di desa setempat.
Pemerintah desa dan masyarakat setempat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak.
- Penulis: mediagramindo


