Buntut Panjang Keberadaan PT Gunung Raya Utama Timber Industries
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- visibility 106
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dairi – Kejadian menggemparkan terjadi di Desa Parbuluan VI, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, setelah sekelompok massa diduga melakukan aksi pengrusakan rumah Kepala Desa Parbuluan VI, Parasian Nadeak.
Peristiwa ini menyebabkan ketegangan yang cukup tinggi di wilayah tersebut, dengan puluhan warga memilih mengungsi demi keselamatan mereka.
Menurut laporan dari masyarakat setempat, sekitar pukul 07.00 WIB, rumah milik Kepala Desa Parbuluan VI, Parasian Nadeak, diserang dan dirusak oleh massa yang tidak diketahui identitasnya.
Anak dari Kepala Desa, Romulo Nadeak, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat kejadian, ibunya, Ruslan Sagala (62), sedang berada di rumah bersama cucunya dan nyaris menjadi korban penganiayaan.
Akibat insiden tersebut, sekitar 30 kepala keluarga (KK) bersama puluhan anak-anak terpaksa mengungsi ke Kantor Polres Dairi untuk mendapatkan perlindungan hukum dan menghindari ancaman dari warga yang marah.
Mereka mengaku tidak berani kembali ke desa karena terus menerima teror dan intimidasi dari sejumlah warga yang menolak keberadaan perusahaan PT Gunung Raya Utama Timber Industries (GRUTI) di daerah tersebut.
Joni Nadeak, salah satu warga yang mengungsi, mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi yang semakin tidak terkendali.
“Kami tidak berani pulang ke desa karena banyak ancaman, terutama terhadap keluarga Kepala Desa Parbuluan VI. Apakah sistem hukum di negara ini sudah tidak berjalan lagi?” katanya dengan nada geram.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan hukum serta penegakan keamanan di daerah tersebut.
Pihak kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan dan berjanji akan mengusut tuntas pelaku pengrusakan dan ancaman yang terjadi.
Sementara itu, Romulo Nadeak berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku pengrusakan dan mengungkap motif di balik aksi kekerasan ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pelaku diduga merupakan kelompok yang menolak keberadaan PT GRUTI di wilayah mereka, yang selama ini menjadi sumber ketegangan di desa tersebut.
Kepolisian Dairi menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban warga.
Mereka juga meminta masyarakat untuk tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat yang berwenang. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat, mengingat pentingnya perlindungan terhadap kepala desa dan warga desa dari tindakan kekerasan serta ancaman.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya dialog dan penyelesaian konflik secara damai demi menjaga keutuhan dan kedamaian di wilayah desa.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengembalikan situasi kondusif dan memastikan tidak terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


