Presiden Trump Perintahkan Serangan terhadap Ibu Kota Venezuela
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 155
- print Cetak

Serangan Amerika ke Venezuela
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Venezuela – Dalam perkembangan terbaru di kawasan Amerika Latin, pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan serangkaian serangan terhadap berbagai lokasi di Venezuela, termasuk fasilitas militer utama, Sabtu (03/01).
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi meningkatkan tekanan terhadap rezim Nicolas Maduro, yang dianggap melanggar hukum internasional dan terlibat dalam aktivitas ilegal.
Serangan ini terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan dan penumpukan kekuatan militer AS di wilayah Karibia. Kapal induk USS Gerald R. Ford bersama sejumlah kapal perang lainnya ditempatkan di perairan dekat Venezuela, menunjukkan kesiapan militer Amerika Serikat untuk mengambil langkah lebih tegas.
Selain itu, AS juga melakukan aksi penegakan hukum di laut lepas Venezuela dengan menyita dua kapal tanker minyak dan melancarkan serangan terhadap lebih dari 30 kapal yang diduga terlibat dalam pengedaran narkoba.
Pemerintahan Trump menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba internasional dan bekerja sama dengan geng-geng kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Tuduhan ini menjadi dasar bagi langkah-langkah militer yang diambil, meskipun pemerintah Venezuela membantah keras seluruh tuduhan tersebut.
Presiden Trump sendiri, dalam pernyataannya malam Natal, tidak menyebutkan secara spesifik tujuan akhir dari operasi tersebut, namun memperingatkan bahwa jika Maduro bersikap keras, konsekuensinya akan sangat serius.
Sementara itu, pemerintah Kuba melalui Presiden Miguel Díaz-Canel Bermúdez menyampaikan kecaman terhadap aksi militer AS di Venezuela. Dalam unggahan di media sosial, Díaz-Canel mengecam apa yang disebutnya sebagai “serangan kriminal” dan menyerukan komunitas internasional untuk memberikan respons terhadap apa yang digambarkan sebagai “terorisme negara” terhadap rakyat Venezuela.
Pernyataan ini menegaskan bahwa ketegangan di kawasan tidak hanya berpengaruh terhadap Venezuela dan Kuba, tetapi juga berpotensi memicu keresahan regional.
Langkah militer yang diambil oleh AS ini menunjukkan eskalasi dalam kebijakan luar negeri terkait Venezuela. Dengan menargetkan fasilitas dan kapal-kapal yang diduga terkait kegiatan ilegal, pemerintah AS berupaya memperketat tekanan dan mendorong perubahan rezim.
Di sisi lain, reaksi dari negara-negara tetangga dan komunitas internasional akan sangat menentukan bagaimana situasi ini berkembang ke depan, termasuk kemungkinan adanya dialog diplomatik untuk meredakan ketegangan.
- Penulis: mediagramindo


