Daftar Harga Buah Sawit Saat ini Dibeberapa Daerah
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- visibility 188
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumatera Utara – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu. Pada minggu ini, harga rata-rata TBS berada di angka Rp 3.235 per kilogram, turun dari Rp 3.480 per kilogram yang tercatat pekan sebelumnya.
Meski demikian, harga ini masih lebih tinggi dibandingkan harga pada pekan sebelumnya yang sebesar Rp 3.400 per kilogram.
Data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut menunjukkan bahwa harga tertinggi masih dinikmati petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dengan nilai Rp 3.235 per kilogram.
Sementara harga terendah terdapat di Kabupaten Langkat, yakni Rp 2.710 per kilogram. Berikut rincian harga TBS di 15 daerah penghasil kelapa sawit di Sumut pekan ini:
1. Langkat: Rp 2.710/kg
2. Deli Serdang: Rp 2.870/kg
3. Serdang Bedagai: Rp 2.890/kg
4. Simalungun: Rp 2.810/kg
5. Batubara: Rp 2.800/kg
6. Asahan: Rp 2.820/kg
7. Labuhanbatu Utara: Rp 2.830/kg
8. Labuhanbatu: Rp 2.700/kg
9. Labuhanbatu Selatan: Rp 2.850/kg
10. Padanglawas Utara: Rp 3.100/kg
11. Padanglawas: Rp 3.100/kg
12. Tapanuli Selatan: Rp 2.880/kg
13. Tapanuli Tengah: Rp 2.920/kg
14. Mandailing Natal: Rp 3.235/kg
15. Pakpak Bharat: Rp 2.960/kg
Menurut Gus Dalhari Harahap, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, meskipun harga TBS pekan ini cenderung stagnan dan bahkan menunjukkan kecenderungan menurun, petani masih berharap agar harga dapat kembali meningkat menjelang akhir tahun.
“Petani sangat bergantung pada fluktuasi harga ini, dan mereka berharap situasi akan membaik agar dapat menutup tahun dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya saat dihubungi Kamis (6/11).
Gus menambahkan bahwa pergerakan harga TBS di Sumut cukup fluktuatif selama bulan November. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, terutama di tengah harapan mereka agar harga kembali naik menjelang akhir tahun agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan operasional perkebunan.
Dari sisi pasar, faktor-faktor seperti harga minyak sawit dunia, permintaan ekspor, serta kondisi cuaca turut berpengaruh terhadap harga TBS di tingkat petani.
Meski begitu, petani tetap optimis bahwa harga akan membaik di masa mendatang, khususnya menjelang tutup tahun 2025.
Pemerintah dan asosiasi terkait diharapkan dapat terus memantau kondisi pasar dan memberikan solusi agar petani kelapa sawit di Sumatera Utara dapat memperoleh harga yang kompetitif dan stabil di masa yang akan datang.
- Penulis: mediagramindo


