Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Gubernur Bentak Mahasiswa
- account_circle Pipin
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 109
- print Cetak

Maha Kalimantan Barat Demo Berhadapan Dengan Gubernur, Kamis (03/09).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUBU RAYA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di ruas jalan menuju Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dinilai semakin memprihatinkan. Mahasiswa bahkan mencegat iring-iringan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan mendesak agar status karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional.
Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Massa FOMDA Kalimantan Barat berorasi di pinggir jalan menuju Bandara Internasional Supadio.
Kekecewaan memuncak saat Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan terlihat keluar dari area bandara. Sekitar 15 mahasiswa langsung mencegat kendaraan dinas dan menyampaikan tuntutan secara terbuka.
Dalam aksinya, mahasiswa mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi karhutla yang kian meningkat di wilayah Kalbar.
Para mahasiswa berulang kali mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar segera mengusulkan penetapan status karhutla sebagai bencana nasional.
- Penulis: Pipin


