Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Gubernur Bentak Mahasiswa
- account_circle Pipin
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 110
- print Cetak

Maha Kalimantan Barat Demo Berhadapan Dengan Gubernur, Kamis (03/09).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Syarif Falmu, perwakilan demonstran, menyebut keterbatasan personel relawan, armada, dan logistik pemadaman di lapangan menjadi alasan utama tuntutan tersebut.
“Kami datang ke sini ingin menuntut pemerintah bersikap tegas. Kami mau bencana ini menjadi status nasional,” tegas Syarif Falmu.
Saat berdialog, Gubernur Ria Norsan mempertanyakan keberadaan mahasiswa yang dinilai hanya “lebih baik saat ini kita dan mahasiswa turun ke lapangan jangan koar-koar di media sosial membantu memadamkan karhutla,” ungkapnya.
Pernyataan itu langsung dibantah mahasiswa. Mereka menegaskan bahwa relawan yang turun ke lapangan untuk membantu pemadaman karhutla juga berasal dari kalangan mahasiswa.
Mahasiswa juga menyoroti kehadiran pejabat pusat. Mereka menilai kunjungan tidak boleh sebatas kegiatan seremonial, rapat koordinasi, atau dokumentasi tanpa membawa dampak nyata.
FOMDA Kalimantan Barat menegaskan tidak menolak kedatangan Menteri Kehutanan. Namun mereka mempertanyakan hasil nyata yang akan dibawa setelah melihat kondisi di lapangan.
- Penulis: Pipin


