Lapak Salon Digrebek Ustadz, Dua Mesin Judi dan Wanita Penghibur Panik
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
- visibility 96
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Viral di Media Sosial Ustadz di Belawan grebek lokalisasi di Jalan Veteran, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, akibatnya beberapa wanita panik dan menjadi perhatian warga. Diketahuilokasi itu tempat hiburan yang diduga berfungsi sebagai tempat lokalisasi, Kamis (24/07).
Peristiwa itu terjadi pada malam hari sekitar pukul 18.30 WIB, diketahui komunitas Asli Anak Belawan (AAB) ikutvbersama warga melakukan penggerebekan terhadap sebuah ruko berlantai dua yang tampak seperti rumah kos-kosan. Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Ketua AAB, Al Ustadz H. Muhammad Nabawi, bersama anggota dan sejumlah warga setempat pada hari Rabu.
Dalam penggrebekan itu warga menemukan sejumlah wanita muda yang diduga pekerja seks komersial di lantai dua ruko. Sementara di lantai satu, petugas menemukan sejumlah mesin judi jenis tembak ikan.
“Kalau tidak seperti ini ngak malu Kelen,” kata Ustadz H Muhammad Nabawi sambil menarik mesin judi yang di saksikan lima wanita dengan baju piyama dan tengtop bersama seorang pria berhelm.
Terdengar salah satu wanita yang histeris dari aksi grebek Ustadz H Muhammad Nabawi ini memohon untuk menghentikan aksinya dengan baju piyamanya.
“Saya malu pak, saya malu pak, saya malu pak,” kata wanita yang histeris itu. Sementara rekan-rekannya berusaha menenangkannya.
“Kak Mey, kak Mey udah kak Mey, terdengar suara temannya yang berusaha menenangkan nya. Disaat bersamaan seorang pria berhelm hitam menanyakan aksi sang Ustadz.
“Mau di bawa kemana bang,” tanya pria berbaju hitam dengan helm hitam kepada Ustadz. “Kau siapa kau siapa ngak tau kau nie tempat maksiat,” jawab Ustadz Nabawi dengan tegas.
Ustadz Nabawi tidak menghiraukan permohonan wanita-wanita itu saat digrebek sambil menarik salah satu mesin judi yang berusaha ditarik keluar menuju Jl Veteran Kelurahan Belawan.
“Setiap malam sampai jam dua dini hari, sering ada keributan dan pertengkaran di sini. Kami sudah tidak nyaman tinggal di lingkungan ini,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam penggerebekan.
Selama proses berlangsung, sempat terjadi perlawanan dari seorang perempuan berjilbab hitam yang berusaha mempertahankan mesin judi.
Bahkan, terjadi adu mulut antara wartawan dan pengelola lokasi yang mencoba menghalangi peliputan. Berkat bantuan warga, sejumlah mesin judi berhasil diamankan menggunakan mobil pick-up pada malam itu.
Selain itu, beberapa perempuan keluar berhamburan dari lantai atas saat penggerebekan berlangsung. Mereka diduga adalah pekerja seks komersial yang selama ini beroperasi di tempat tersebut. Uniknya, tidak terlihat kehadiran aparat kepolisian di lokasi saat penggerebekan berlangsung, meskipun pihak AAB telah memanggil mereka untuk hadir.
Al Ustadz Muhammad Nabawi menegaskan bahwa aksi ini dilakukan karena warga sudah sangat resah. “Lingkungan kami rusak oleh perjudian, prostitusi, dan narkoba. Ini bukan hanya soal moral, tetapi juga soal ketenangan hidup dan ibadah,” tegasnya.
Dari hasil penelusuran di lapangan, tempat-tempat prostitusi di kawasan Jalan Veteran Belawan sering menyaru sebagai salon kecantikan. Namun, di balik penampilan tersebut, pengelola menyediakan minuman keras dan tempat karaoke, serta mengelola losmen kelas melati yang diduga tidak memiliki izin resmi.
Dikutip dari Pos Metro, Plt Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (23/7), belum memberikan jawaban terkait upaya penindakan di lokasi tersebut.
Kasus ini menunjukkan bahwa perlunya perhatian lebih dari pihak berwenang untuk menertibkan aktivitas ilegal yang merusak ketertiban dan moral masyarakat di kawasan tersebut.
- Penulis: mediagramindo


