Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia ke Depan?
- account_circle Pipin
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 128
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Nama Destry Damayanti mendadak jadi pusat perhatian publik dan pelaku pasar keuangan nasional. Presiden Prabowo Subianto resmi menyetorkan nama Destry ke DPR RI sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif.
Surat Presiden (Surpres) mengenai usulan nama kepemimpinan tertinggi di bank sentral tersebut diantar langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada Pimpinan DPR RI pada Senin (10/08).
Usulan ini diajukan untuk mengisi posisi Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada akhir Juli 2026 lalu.
Pengumuman calon gubernur BI baru langsung direspon pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG melemah 0,69% ke level 6.365,37. Sepanjang hari, indeks bergerak pada level 6.462,74—6.362,76. Dari ratusan konstituen, sebanyak 306 saham menguat, 340 melemah, dan 317 saham stagnan.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham justru menguat. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) naik 7,87% ke Rp685, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 3,40% ke Rp3.040, dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) naik 2,33% ke Rp2.200. Saham blue chip seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR) naik 1,58% ke Rp24.050, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 1,25% ke Rp1.625, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 0,84% ke Rp2.390.
- Penulis: Pipin


