Penumpang Pesawat Labuan Bejo Numpuk
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
- visibility 71
- print Cetak

Penumpang Bandara Labuan Bejo Menumpuk, Minggu (03/08).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Labuan Bajo – Antrean panjang penumpang kembali memadati area check-in di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, menyusul pembatalan sejumlah penerbangan yang terjadi sehari sebelumnya. Kondisi ini menjadi pemandangan yang cukup mencolok di tengah tingginya antisipasi dan ketidakpastian akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur yang terus berlangsung, Minggu (03/08).
Kejadian ini bermula dari pembatalan 28 penerbangan pada Sabtu (2/8/2025), yang menyebabkan sebanyak 3.263 penumpang terdampak. Data dari Humas Bandara Komodo, Marwa, menyebutkan bahwa penumpang yang batal terbang terdiri dari 1.636 penumpang yang sedang dalam proses kedatangan dan 1.627 penumpang yang seharusnya berangkat.
Pembatalan ini dilakukan oleh maskapai penerbangan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca dan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik di wilayah sekitar Flores Timur.
Marwa menjelaskan, pembatalan tersebut berdampak langsung terhadap operasional di Bandara Internasional Komodo dan juga di Bandara Internasional Lombok, tempat sebagian besar penumpang berasal.
“Total keseluruhan penumpang yang terdampak pembatalan mencapai 3.263 orang,” ujarnya.
Sehari setelah kejadian, antrean panjang kembali terlihat di area check-in Bandara Komodo. Penumpang yang terdampak harus bersabar menunggu informasi lanjutan dari maskapai terkait kemungkinan jadwal penerbangan ulang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang yang hendak melakukan perjalanan dan mengganggu jadwal penerbangan yang sudah direncanakan.
Pihak otoritas bandara dan maskapai penerbangan terus memantau perkembangan situasi erupsi Gunung Lewotobi dan memberikan update secara berkala kepada penumpang. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan penerbangan dapat kembali normal seperti sediakala.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan komunikasi yang efektif dalam menghadapi bencana alam yang dapat mempengaruhi sektor transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Timur. Masyarakat dan penumpang diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pihak bandara dan maskapai terkait perkembangan terbaru.
- Penulis: mediagramindo


