Dua Jemaah Haji dari Binjai Tunda Keberangkatan dan Satu Meninggal Dunia di Makkah
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
- visibility 96
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Dua jemaah haji asal Kota Binjai mengalami penundaan keberangkatan dari Embarkasi Medan karena alasan kesehatan dan pendampingan, sementara satu jemaah dari Labuhanbatu Selatan meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Makkah, Rabu (28/05).
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umrah Embarkasi Medan, Ahmad Qosbi, kejadian ini merupakan bagian dari dinamika yang dihadapi selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ia menjelaskan, salah satu jemaah yang tertunda keberangkatannya adalah Chairil Chaidir Abdullah Umar (nomor manifes 137), yang mengidap penyakit Unstable Angina Pectoris. Sementara itu, istri beliau, Armayanti Nasution (nomor manifes 138), turut didampingi karena harus mendampingi suaminya.
“Jemaah tersebut sudah dinyatakan sehat. Penundaan ini semata-mata karena keterbatasan seat dan perbedaan syarikah dengan kloter sebelumnya. Jadi, mereka akan diberangkatkan ke Makkah besok dalam kloter 24, yang satu syarikah dengan kloter awal,” jelas Qosbi saat dikonfirmasi, Rabu (28/5/2025).
Ia menambahkan bahwa hingga kloter 23 yang diberangkatkan hari ini, tidak ditemukan jemaah yang sakit, kecuali jemaah dari Binjai tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh seat tersedia, dan penundaan dilakukan demi memenuhi aturan dan ketentuan dari pemerintah Arab Saudi.
Di sisi lain, satu jemaah dari Labuhanbatu Selatan, bernama Adam Chairuddin (usia 51 tahun, nomor manifes 176), dilaporkan meninggal dunia di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah, Kamis lalu. Kejadian ini turut menjadi perhatian dan duka mendalam bagi keluarga serta petugas yang bertugas.
“Kita berdoa agar kejadian seperti ini dapat diminimalisir. Jenazah almarhum akan dimakamkan sesuai prosedur di Makkah, dan pihak petugas akan melakukan pembadalan hajinya,” ujar Qosbi. Ia juga menambahkan bahwa keluarga almarhum akan mendapatkan perlindungan asuransi, dan setelah selesai ibadah, keluarga akan didampingi untuk proses pengurusan klaim asuransi tersebut.
Pihak Embarkasi Medan mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan mengikuti prosedur yang berlaku demi kelancaran ibadah haji tahun ini. Semoga semua jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalankan rukun Islam kelima ini.
- Penulis: mediagramindo


