Viral Tanggul Beton di Pesisir Cilincing, Nelayan Mengeluh Gangguan Aktivitas Melaut
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
- visibility 85
- print Cetak

Beton Pesisir Utara Jakarta Keluhkan Nelayan hampir sepanjang 3 Km.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Keberadaan tanggul beton yang membentang di sepanjang pesisir utara Cilincing, Jakarta Utara, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tanggul tersebut dipastikan tidak termasuk dalam proyek nasional yang dikelola pemerintah daerah maupun pusat, dan menuai protes dari para nelayan setempat yang merasa terganggu aktivitas melaut mereka.
Dalam sebuah video viral yang diunggah di media sosial, seorang warga menyebutkan bahwa tanggul beton tersebut membentang sekitar 2 hingga 3 kilometer di kawasan Cilincing. Ia menyampaikan bahwa keberadaan tanggul itu menyulitkan nelayan saat melintas, bahkan harus memutar jalur melaut mereka agar bisa kembali ke perairan yang biasa digunakan.
“Tanggul beton di pesisir Cilincing menyulitkan nelayan melintas panjangnya kira-kira 2 sampai 3 km,” ujar pria dalam video tersebut yang viral di Media Sosial, Rabu (10/09).
Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyatakan bahwa tanggul beton itu bukan merupakan bagian dari proyek nasional yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun pusat, seperti proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Ciko Tricanescoro, menyampaikan bahwa tanggul tersebut bukan bagian dari proyek NCICD. Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan terhadap pembangunan tanggul tersebut.
Selain itu, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, menambahkan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin pembangunan tanggul tersebut dan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan tanggul beton di kawasan Cilincing.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa pihak yang membangun tanggul beton tersebut dan apa alasan di balik pembangunan tanpa izin resmi dari pemerintah setempat. Masyarakat dan nelayan berharap ada transparansi dan penanganan yang cepat agar aktivitas melaut mereka tidak terus terganggu.
Konflik ini menambah perhatian terhadap pentingnya pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.
- Penulis: mediagramindo


