Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dugaan Kriminalisasi Rahmadi, Kuasa Hukum : Rp 11,2 Juta Raib dari Rekening Klien

Dugaan Kriminalisasi Rahmadi, Kuasa Hukum : Rp 11,2 Juta Raib dari Rekening Klien

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • visibility 120
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanjungbalai – Kuasa hukum Rahmadi Suhandri Umar Tarigan menyinggung dugaan pelanggaran raibnya uang sebesar Rp 11,2 juta dari rekening m-banking kliennya.

Uang itu raib dari rekening Rahmadi sepekan setelah handphone Rahmadi disita polisi saat penangkapan.

“Uang itu diduga ditransfer keluar dari rekening klien kami melalui m-bangking pada 10 Maret, tujuh hari setelah penangkapan,” ujar Suhandi Umar Tarigan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Kamis, (14/8/2025).

Bahkan, Umar menegaskan pihaknya memiliki bukti-bukti transaksi yang berkaitan.

Umar belum mau mengungkapkan secara rinci perihal itu, termasuk kemana uang Rp 11,2 juta milik Rahmadi itu mengalir.

“Kami memiliki bukti transaksi. Nanti kita sampaikan setelah kita melaporkan fakta baru ini ke Bidpropam dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut,” tegas Umar.

Sementara itu, dalam persidangan, dugaan rekayasa kasus terdakwa Rahmadi menguat setelah dua polisi dari Ditresnarkoba Polda Sumut menyampaikan kesaksian berbeda.

Fakta itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara kepemilikan narkotika dengan terdakwa Rahmadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara.

Perbedaan versi yang mencolok memunculkan dugaan pelanggaran prosedur dan potensi rekayasa dalam proses penangkapan.

Dua anggota Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara, Bripka Toga M Parhusip dan Gunarto Sinaga, dihadirkan secara terpisah sebagai saksi penangkap.

Dalam kesaksiannya, Toga menyebut sabv seberat 10 gram ditemukan di bawah jok depan mobil Rahmadi. Namun, Gunarto menyatakan barang bukti itu ditemukan di bawah kursi pengemudi.

Perbedaan ini mendapat sorotan dari majelis hakim.

“Apakah benar barang bukti itu kalian temukan. Bukan kalian yang menaruhnya,’ kan?” tanya hakim.

Kuasa hukum Rahmadi, Suhandri Umar Tarigan dan Ronald Siahaan, menyatakan penangkapan klien mereka sarat kejanggalan dan rekayasa.

Mereka menyoroti proses penangkapan yang disebut dilakukan tanpa penyelidikan memadai.

Dalam BAP, pelapor dan penangkap sama, yakni Kompol DK, dengan tanggal laporan dan penangkapan yang bertepatan, yaitu 3/32025.

“Ini mengindikasikan proses penangkapan tidak sesuai prosedur karena tidak melalui tahapan gelar perkara atau penyelidikan yang sah,” ujar Suhandri.

Dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua PN Tanjungbalai, Karolina Selfia Sitepu, kedua saksi mengaku mendapat informasi dari informan polisi bahwa Rahmadi diduga menyimpan narkotika.

Namun, keterangan mereka terkait asal-usul barang bukti dinilai tidak konsisten. Kedua saksi menyebut bahwa sabv tersebut milik Amri alias Nunung.

Barang disebut akan dikirim melalui beberapa perantara, mulai dari Frend, kemudian Rahmadi, lalu diserahkan ke Lombek, selanjutnya ke Andre Yusnijar.

Majelis hakim lantas mempertanyakan alur distribusi.

“Jika Lombek punya akses langsung ke Amri, mengapa harus melalui Rahmadi?” ujar hakim anggota.

Rahmadi membantah semua tuduhan. Ia menyatakan tidak memiliki sabv, menyebut barang bukti diletakkan oleh polisi saat dirinya dalam keadaan tak dapat melihat, karena mata dilakban.

“Itu bukan barang saya. Kalian yang menaruh,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sidang berbeda sehari sebelumnya, terungkap bahwa barang bukti sabu dlm kasus dua terdakwa lain, Andre Yusnijar dan Ardiansyah alias Lombek, berkurang dari 70 gr jadi 60 gr.

Itulah sebabnya kuasa hukum Lombek Cs menyampaikan eksepsi dlm sidang yg digelar di PN Tanjungbalai pada hari Rabu, 13/8/2025.

Kuasa hukum Rahmadi menduga, selisih 10 gram itu lah yang dijadikan barang bukti untuk rekayasa, dan menjerat Rahmadi.

Fakta terungkap ini menambah panjang daftar pertanyaan publik terhadap integritas aparat penegak hukum. Terlebih, dalam banyak kasus narkotika, barang bukti kerap menjadi alat bukti utama menjerat seseorang.

Maka, ketidakjelasan asal-usul dan berat barang bukti bukan saja berbahaya, tapi juga berpotensi jadi bentuk rekayasa hukum.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada hari Rabu, 20 Agustus 2025 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penangkap serta yang memberatkan terdakwa.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meryl Rouli Saragih Khawatir Distribusi MBG Tidak Merata

    Meryl Rouli Saragih Khawatir Distribusi MBG Tidak Merata

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    MEDAN – Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo mulai dilaksanakan di Sumatera Utara. DPRD Sumut menyoroti pelaksanaan pemberian Makanan Gizi Gratis (MBG) di Sumut. Anggota Komisi E DPRD Sumut, Meryl Rouli Saragih mengatakan, adanya kekhawatiran dari masyarakat terkait belum adanya distribusi MBG yang tidak merata. Mengingat program tersebut sangat diharapkan untuk meningkatkan status gizi masyarakat. […]

  • Emak emak Kejar dan Tabrak Pelaku Jambret di Medan

    Emak emak Kejar dan Tabrak Pelaku Jambret di Medan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Medan – Sebuah aksi heroik dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga di Kota Medan saat menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Bromo. Peristiwa tersebut berlangsung siang hari dan berakhir dengan keberanian warga yang ikut membantu menangkap pelaku. Menurut keterangan korban, Tuty (45), kejadian bermula saat ia baru saja membeli minuman di depan gerai Indomaret Jalan […]

  • Masa Depan 2045 Setiap Kota Harus Punya Rencana Yang Matang

    Masa Depan 2045 Setiap Kota Harus Punya Rencana Yang Matang

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kalimantan – Presiden Joko Widodo resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII Tahun 2024 yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, (04/06). Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan pentingnya persiapan yang matang dalam menghadapi tantangan di mana pada tahun 2045 mendatang 70 persen […]

  • Ingat, Singapura Berlakukan Aturan Keras Pengguna Vape

    Ingat, Singapura Berlakukan Aturan Keras Pengguna Vape

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Singapura – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan pemerintah  akan menjatuhkan sanksi hukuman jauh lebih berat, termasuk penjara, terutama bagi mereka yang menjual vape berisi zat berbahaya. Pengumuman itu disampaikan dalam pidato pada Rapat Umum Hari Nasional, Minggu (17/08), sebagaimana dikutip Channel NewsAsia. Wong menegaskan bahwa kebijakan baru ini menandai perubahan signifikan dalam penanganan vaping […]

  • Setelah Makan Daging Ini Pasangan Minumnya

    Setelah Makan Daging Ini Pasangan Minumnya

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Medan – Kopi susu dingin sedang menjadi sorotan di kalangan pecinta kopi dan penggemar minuman segar. The Proposal Cafe and Caffee mengombinasikan sempurna antara kekuatan kopi dan kelembutan susu, minuman ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan usai makan makanan berat, tetapi juga memanjakan lidah dengan cita rasa yang khas. Kopi susu dingin bukan hanya sekadar minuman, […]

  • Rapat Penetapan Pagu Indikatif APBN TA 2026 di Gedung DPR Berlangsung Semarak

    Rapat Penetapan Pagu Indikatif APBN TA 2026 di Gedung DPR Berlangsung Semarak

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Jakarta – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Ruang Komisi V DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, saat Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengetuk palu sidang menandai berakhirnya rapat penetapan Pagu Indikatif Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2026. Suasana riuh tepuk tangan pun mengiringi momentum tersebut dari seluruh peserta rapat yang […]

expand_less