Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dunia Hiburan Malam Batam Tercoreng, Dua WNA Vietnam Diduga Pengeroyokan DJ Wanita di First Club

Dunia Hiburan Malam Batam Tercoreng, Dua WNA Vietnam Diduga Pengeroyokan DJ Wanita di First Club

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 208
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BATAM – Dunia hiburan malam di Kota Batam kembali tercoreng oleh insiden kekerasan yang melibatkan warga negara asing (WNA). Dua warga Vietnam diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang DJ wanita di salah satu klub elit, First Club, kawasan hiburan terkenal di Nagoya, Batam.

Kejadian ini mengundang kecaman keras dari berbagai pihak dan memicu kekhawatiran terhadap pengawasan keberadaan WNA di sektor hiburan.

Insiden terjadi saat suasana sedang ramai pengunjung, dan langsung menjadi perhatian publik. Korban, seorang DJ wanita berusia 26 tahun bernama Stevanie, dilaporkan mengalami luka fisik dan trauma psikologis akibat aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang melibatkan WNA di dunia hiburan Batam, yang selama ini dikenal sebagai kota yang ramah terhadap ekspatriat.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Siadari, menyampaikan kecaman keras terhadap insiden ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kasus kekerasan biasa, melainkan soal perlindungan terhadap perempuan Indonesia dan kedaulatan negara.

“Ini soal perlindungan terhadap perempuan Indonesia di ruang kerja. Harus ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum,” tegas Lagat.

Lagat menekankan pentingnya proses hukum pidana dilakukan secara transparan dan tegas. Jika kedua pelaku terbukti bersalah, aspek keimigrasian juga harus segera ditindaklanjuti. Ia mengingatkan bahwa bekerja tanpa izin visa kerja yang sah merupakan pelanggaran serius sesuai Undang-Undang Keimigrasian.

“Kalau mereka bekerja di Indonesia, buktikan legalitasnya. Negara ini bukan tempat bebas bagi pelanggar hukum asing,” tambahnya.

Lebih jauh, Lagat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi adanya kegagalan sistemik dalam pengawasan izin tinggal WNA, khususnya di sektor hiburan malam.

Ia mengingatkan agar pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap sistem perizinan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Sementara itu, pihak Imigrasi Batam belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Mereka menyatakan masih menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian sebelum mengeluarkan pernyataan resmi, Rabu (11/06).

Insiden ini menimbulkan sorotan tajam terhadap pengawasan keberadaan dan izin operasional WNA di Batam, terutama mengingat kota ini berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia yang menjadi jalur masuk utama para ekspatriat dan wisatawan asing.

Diberitakan sebelumnya, Dua wanita Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam diringkus Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja setelah terbukti melakukan pengeroyokan terhadap Disc Jockey (DJ) First Club Batam.

Penangkapan terhadap kedua pelaku pengeroyokan Dj Stevanie yakni Le Thi Huynh Trang (25) dan Nguyen Thi Thu Thao (25) berlangsung pada Minggu (8/6/2025) sekira pukul 02.00 Wib. Keduanya ditangkap di Pelabuhan Internasional Habour Bay Batam saat hendak melarikan diri ke Singapura.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Rangga Primazada melalui Kanit Reskim Polsek Lubuk Baja Iptu Noval Adimas Ardianto menjelaskan, kasus pengeroyokan Dj Stevanie yang terjadi di First Club Batam pada Sabtu (7/6/2025) kemarin, bermula ketika korban mendatangi salah satu meja atas panggilan customer di VIP 7-8 First Club Batam.

Sementara itu, pihak Imigrasi Batam belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Mereka menyatakan masih menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian sebelum mengeluarkan pernyataan resmi.

Insiden ini menimbulkan sorotan tajam terhadap pengawasan keberadaan dan izin operasional WNA di Batam, terutama mengingat kota ini berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia yang menjadi jalur masuk utama para ekspatriat dan wisatawan asing.

Masyarakat dan berbagai kalangan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas demi menjaga citra dan keamanan kota Batam, serta memastikan bahwa kota ini tidak menjadi zona abu-abu pelanggaran hukum internasional.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Prabowo Saat Hadiri Kongres IV PP TIDAR

    Pesan Prabowo Saat Hadiri Kongres IV PP TIDAR

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra, mengingatkan kader-kader partainya serta anggota organisasi sayap untuk tidak terlalu gembar-gembor membicarakan soal rencana pencalonan kembali sebagai presiden periode kedua. Ia meminta mereka menyimpan harapan tersebut dalam hati dan menunggu hasil kerja selama lima tahun ke depan. Dalam pidatonya pada acara […]

  • Plt Kepala Rutan Rantau Ikuti Pembagian Bansos dan Buka Puasa Bersama di Kanwil Ditjenpas Kalsel

    Plt Kepala Rutan Rantau Ikuti Pembagian Bansos dan Buka Puasa Bersama di Kanwil Ditjenpas Kalsel

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Banjarmasin – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Rahmad Pijati, turut serta dalam kegiatan pembagian bantuan sosial (bansos) dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (27/3). Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalsel serta ibu-ibu […]

  • Bocah 7 Tahun Asal Dairi Jadi Korban Kekerasan, Dirawat di IGD RSUD Sidikalang Palaku Ditangkap

    Bocah 7 Tahun Asal Dairi Jadi Korban Kekerasan, Dirawat di IGD RSUD Sidikalang Palaku Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    DAIRI – Viral di Media Sosial video bekas penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Korban berinisial AP, 7 tahun, ditemukan mengalami luka memar di sekujur tubuh termasuk pada bagian alat kelaminnya, Jumat (21/8/2026). Dalam video yang beredar, AP tampak menahan sakit dengan tangan kanan dan kirinya bengkak dan bergetar. “Namaku Alvino Purba, Bapakku Satria Purba […]

  • Denpom 1/5 Medan Gelar Giat Penerimaan Personel Kembali dari Penugasan Satgas Unifil SWMPU Konga XXV-P

    Denpom 1/5 Medan Gelar Giat Penerimaan Personel Kembali dari Penugasan Satgas Unifil SWMPU Konga XXV-P

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MEDAN – Detasemen Polisi Militer 1/5 Medan menggelar kegiatan penerimaan personel kembali dari penugasan Satuan Tugas (Satgas) Unifil SWMPU Konga XXV-P, di Markas Denpom 1/5 Medan, Jalan Letjen Suprapto Medan, Selasa 29 April 2025. Adapun satu personel Denpom 1/5 Medan yang kembali dari penugasan Satgas Unifil SWMPU Konga XXV-P adalah Pratu Deo Sinulingga. Dalam sambutannya, […]

  • Tambah Lagi! Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogya, Total 32 Tersangka & 157 Korban

    Tambah Lagi! Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogya, Total 32 Tersangka & 157 Korban

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, kembali mengalami perkembangan. Satreskrim Polresta Yogyakarta resmi menetapkan 5 tersangka baru. Dengan penambahan ini, total tersangka dalam perkara tersebut kini berjumlah 32 orang. 5 Tersangka baru mereka dari Guru TK, Pengasuh, dan Petugas Kebersihan. Penambahan tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan yang terus […]

  • Catatan Kanwil DJP Sumut Hasil Penerimaan Negara di Sumatera Utara Hingga Maret 2025

    Catatan Kanwil DJP Sumut Hasil Penerimaan Negara di Sumatera Utara Hingga Maret 2025

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Medan – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I (Kanwil DJP Sumut I) mencatat total pendapatan negara di Provinsi Sumatera Utara mencapai Rp4,97 triliun dari Januari hingga Maret 2025. Pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Jumat (09/05). Menurut Kepala Kanwil DJP Sumut I, Arridel Mindra, […]

expand_less