Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengabaikan Instruksi Mentan, Petani Sergai Mengeluh Harga Gabah Dibawa Rata-rata

Mengabaikan Instruksi Mentan, Petani Sergai Mengeluh Harga Gabah Dibawa Rata-rata

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SERDANG BEDAGAI Sumatera Utara – Puluhan petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengeluhkan rendahnya harga gabah kering panen (GKP) yang diterima dari agen dan Badan Usaha Logistik (Bulog), yang jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Keluhan ini mencuat setelah panen raya selesai dan para petani menilai harga yang diperoleh tidak mencerminkan nilai jual yang semestinya.

Seperti dikatakan Zulpan (35), petani asal Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Sumut, harga gabah hasil panen yang dijual ke Bulog hanya Rp 6.350 per kg, sedangkan ke agen hanya Rp 6.250. Ia menyebutkan, harga tersebut jauh dari ketentuan HPP yang berlaku, yaitu Rp 6.500 per kg.

Petani lainnya, Darianto (40), dari Desa Nagur, juga mengeluhkan hal serupa, dengan harga jual gabah ke agen hanya Rp 6.250 per kg.

“Dengan harga segini, kami merasa dirugikan. Modal untuk mengelola sawah sampai panen bisa mencapai Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per rante. Belum lagi biaya pupuk subsidi seperti urea dan pestisida yang harganya juga cukup tinggi,” ujar Zulpan dikutip dari medanbisnisdaily, Selasa (26/8/2025).

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, yang mempertanyakan ketidaksesuaian harga gabah di Sumatera Utara dengan ketetapan nasional. Mereka juga mempertanyakan mengapa harga gabah di daerah mereka jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Kenapa di Sumut berbeda? Apakah harga gabah tidak berlaku sama di seluruh Indonesia?” tanya Darianto dengan nada kecewa.

Petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP, serta memberikan subsidi tambahan untuk pupuk dan pestisida agar biaya produksi tidak semakin membebani mereka.

Mereka menilai, intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil dan kestabilan dalam harga jual gabah.

Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan petani di Sergai tersebut. Namun, petani berharap agar masalah ini menjadi perhatian utama agar petani tidak terus mengalami kerugian akibat harga jual yang tidak sesuai ketentuan.

Padahal Menteri Pertanian (Mentan), Amran  menyebut kebijakanpemerintah  adalah menaikkan HPP menjadi Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sangat peduli pada petani sehingga kita naikkan HPP, harga pembelian pemerintah untuk gabah Rp6.500 (per kg) atas perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Amran di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini berlaku secara menyeluruh, tidak hanya untuk Perum Bulog, tetapi juga bagi seluruh pelaku usaha penggilingan padi.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Permudah Investasi di Batam, Capai Rp121 Triliun dalam Empat Tahun

    Pemerintah Permudah Investasi di Batam, Capai Rp121 Triliun dalam Empat Tahun

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    BATAM – Pemerintah semakin mempermudah iklim investasi di Indonesia, khususnya di Batam, yang berhasil menarik investasi hingga Rp121 triliun dalam empat tahun terakhir. Angka ini menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 27,12 persen, menandakan daya tarik Batam sebagai pusat investasi yang terus berkembang. “Kami melihat bahwa Batam terus menjadi magnet investasi dengan tren pertumbuhan yang sangat baik,” […]

  • Kepling Mendadak Pemalu Saat Prarekonstruksi Bandar Narkoba

    Kepling Mendadak Pemalu Saat Prarekonstruksi Bandar Narkoba

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Medan – Sebuah kejadian mengejutkan mengguncang Kota Medan, khususnya di Kelurahan Pulau Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. Kepala Lingkungan (Kepling) 19 berinisial MF (41 tahun) ditangkap aparat kepolisian karena diduga terlibat sebagai bandar narkoba. Penangkapan ini menjadi perhatian serius masyarakat di jajaran Pemko Kota Medan. Proses penyidikan terhadap MF pada tahap prarekonstruksi. Fakta yang terungkap […]

  • KPK OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebeneer Gerungan, Diduga Terjaring Sekitar 20 Orang

    KPK OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebeneer Gerungan, Diduga Terjaring Sekitar 20 Orang

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, yang juga dikenal dengan sebutan Noel, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam, 20 Agustus 2025. “Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubung, Kamis (21/08). Ia membenarkan kabar bahwa Noel ditangkap KPK dikutip dari detikcom. OTT tersebut […]

  • Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Gubernur Bentak Mahasiswa

    Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Gubernur Bentak Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di ruas jalan menuju Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dinilai semakin memprihatinkan. Mahasiswa bahkan mencegat iring-iringan […]

  • Kondisi Gajah di Way Kambas, 11 Gajah Sumatera Mati

    Kondisi Gajah di Way Kambas, 11 Gajah Sumatera Mati

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Lampung – Dalam periode mulai tahun 2020 hingga Agustus 2025, Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mencatat adanya 11 ekor gajah Sumatera yang meninggal dunia. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi para pengelola konservasi, mengingat pentingnya keberadaan gajah ini sebagai satwa ikonik dan bagian integral ekosistem di kawasan tersebut. Dari total 11 kasus tersebut, tujuh […]

  • Konser Musik Koplo Berakhir Dramatis Panggung di Terbakar

    Konser Musik Koplo Berakhir Dramatis Panggung di Terbakar

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Tanggerang – Konser musik yang dinantikan dengan harapan besar oleh ribuan penggemar berlokasi di Lapangan Sepak Bola Desa Sindang Asih Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang berakhir ricuh, Minggu (23/06). Lapangan Sepak Bola Desa Sindang Asih Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang yang dijadwalkan menghadirkan musisi-musisi kenamaan Indonesia gagal dihadirkan membuat para penggemar mengamuk dan membakar panggung […]

expand_less